Ribuan Orang Punguti Sampah

577
SEMANGAT : Beberapa siswa turut memungut sampah dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, Minggu (26/2) kemarin. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMANGAT : Beberapa siswa turut memungut sampah dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, Minggu (26/2) kemarin. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Ribuan orang di Kota Pekalongan pada Minggu pagi (26/2) kemarin menjadi relawan pemungut sampah di seputaran jalanan protokol. Kegiatan dalam rangka, memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2017 ini, diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan bekerja sama dengan Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) Pekalongan.

Acara ini melibatkan 2.500 siswa dari jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA di Kota Pekalongan. Ditambah relawan yang berasal dari organisasi masyarakat, komunitas dan masyarakat umum.

Dimulai tepat pukul 08.00 pagi, para relawan dibagi dalam dua kelompok besar. Kelompok pertama, start dari Alun-Alun Kota Pekalongan dan Stadion Hoegeng. Kedua kelompok menuju titik kumpul di Taman Pati Unus atau Taman Kali Loji di Jalan Pati Unus.

“Pada aksi kali ini, Pemkot Pekalongan sengaja mengundang 2.500 siswa SD hingga SMA agar mereka sadar akan sampah. Bahwa sampah itu berkah, bukan masalah,” jelas Plt BLH Kota Pekalongan, Sutarno.

Menurutnya, pemerintah sejak dini berupaya mengubah mindset siswa didik, agar pola pikirnya terhadap sampah berubah. Bahwa dengan memilah sampah, bisa menjadi berkah. Karena sampah bisa dimanfaatkan, terutama yang unorganik, karena bisa diolah lagi. Sedang yang organik, bisa diolah menjadi kompos. “Pemkot berharap kepada pelajar dan masyarakat umum agar bisa lebih peduli terhadap sampah,” tandasnya.

Selanjutnya, dalam rangka Pekalongan Bebas Sampah di tahun 2020, Pemkot terus menggalakkan Bank Sampah, sehingga sampah tidak jadi masalah, karena ada nilai ekonomisnya. Sehingga masyarakat lebih sadar sejak dini dalam mengolah sampah.

Mewakili organisasi yang terlibat, Ketua KPKL, Titik Nuraini menambahkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan seharusnya ditanamkan sejak dini mulai dari anak-anak. Makanya, pihaknya selama kegiatan serupa selalu melibatkan anak-anak.

“Pada aksi pungut sampah ini, memang untuk mendidik anak-anak agar tidak membuang sampah sembarangan. Peduli sampah sejak kecil penting, bahkan mereka bisa mengingatkan kepada orang dewasa agar peduli sampah juga,” ujarnya.

Selain itu, dirinya berharap anak-anak menjadi duta lingkungan yang akan mengampanyekan pentingnya kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari, mereka menjumpai sampah berserakan di jalan, tidak malu untuk memungutnya. Atau apabila ada orang dewasa yang membuang sampah di sembarang tempat, mereka tidak malu untuk mengingatkannya agar tidak lagi membuang sampah di sembarang tempat.

“Kalau anak kecil mengingatkan orang dewasa, lebih efektif. Minimal kepada orang tua dan keluarga,” jelasnya.

Pada aksi kemarin, ada hal yang berbeda dibanding tahun sebelumnya. Karena sejak dipungut, sampah sudah dipilah mana yang unorganik dan mana ynag organik. Agar sampah bisa langsung dimanfaatkan, yang organik diolah jadi kompos, sedangkan yang unorganik dikirim ke bank sampah untuk didaur ulang. (han/ida)