Reviewer Wajib Berstandar Nasional

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Mei mendatang rencananya akan menyerahkan pelaksanaan pemeriksa dan editor atau reviewer proposal Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), kepada masing-masing universitas atau perguruan tinggi (PT) atau yang disebut desentralisasi.

Ketua LPPM Universitas PGRI Semarang Suwarno Widodo mengatakan sebelum aturan tersebut diberlakukan, pihak universitas harus mempersiapkan para reviewer yang biasanya dilakukan para dosen yang berkompeten di masing-masing bidang akademiknya. ”Persiapan perguruan tinggi atau universitas harus dilakukan. Pasalnya kebijakan ini akan mulai berjalan dalam waktu dekat,” katanya usai pembukaan pelatihan bagi reviewer nasional pengabdian kepada masyarakat di Hotel Muria, kemarin.

Menurut dirinya, pihak universitas wajib menyediakan reviewer berstandar nasional. Tugasnya melakukan seleksi proposal terkait pengabdian kepada masyarakat. Pihaknya terus menggenjot pelatihan di semua perguruan tinggi agar target jumlah reviewer yang jumlahnya tergantung masing-masing jumlah fakultas. ”Pelatihan ini dilakukan untuk menambah jumlah SDM yang melakukan review proposal. Kemudian, yang kami harapkan dari reviewer ini menjadi kreatif dan mengoreksi serta memberi masukan untuk proposal yang tidak layak menjadi proposal yang layak,” jelasnya.

Pelatihan itu sendiri tidak semata menambah jumlah reviewer. Tetapi juga meningkatkan mutu dan keragaman. Selain itu, juga dilakukan sebagai sarana untuk mendorong universitas agar bisa meningkatkan jumlah penelitian dan pengabdian masyarakat. ”Saat ini UPGRIS setidaknya memiliki 63 proposal penelitian. Sementara 17 proposal lainnya tentang pengabdian yang bidangnya kependidikan, pemberdayaan masyarakat agar kemiskinan bisa berkurang,” ungkapnya.

Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Kemenristek Dikti Victoria Suhartini mengungkapkan pelatihan yang dilakukan kemarin memiliki tujuan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas reviewer internal.

”Selain itu juga untuk meningkatkan pemahaman tugas dan fungsi perguruan tinggi dalam rangka desentralisasi penelitian. Peserta adalah utusan wakil yang ditunjuk oleh pimpinan perguruan tinggi sebagai calon reviewer internal perguruan tinggi masing-masing,” tambahnya.

Terpisah Wakil Rektor IV UPGRIS Nizaruddi mengungkapkan dalam menghadapi kemajuan teknologi dan memasuki era globaliasi, pihak universitas harus bisa meningkatkan mutu serta mengembangkan kemampuan dari segala aspek agar lulusan yang dihasilkan bisa memiliki hard skill sekaligus soft skill dan bisa bersaing di pasaran kerja, baik nasional maupun internasional. (den/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -