Pilih Ketua RW ala Pilpres

780
KENALKAN DEMOKRASI: Warga RW 02 Kelurahan Pudakpayung masuk ke bilik suara untuk memilih Ketua RW periode 2017-2020. (Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
KENALKAN DEMOKRASI: Warga RW 02 Kelurahan Pudakpayung masuk ke bilik suara untuk memilih Ketua RW periode 2017-2020. (Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Memilih Ketua RT atau RW tidak hanya dilakukan dengan cara tunjuk jari melalui musyawarah pada pertemuan forum saja. Di Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, pemilihan Ketua RW dilakukan dengan cara pencoblosan surat suara selayaknya pilkada, pileg, atau pilpres.

Aktivitas coblosan pemilihan Ketua RW 02 Kelurahan Pudakpayung periode 2017-2020 ini diselenggarakan di lapangan setempat, Minggu (26/2). Pemilihan tersebut diikuti tiga calon, masing-masing Sumardjo, Sutarja, dan Aristian Harimarjoko.

Di lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) RW 02 juga terdapat panitia pemilihan, kotak suara, dan petugas seperti halnya KPPS. Selain itu warga yang telah menggunakan hak suaranya juga diwajibkan mencelupkan jarinya ke tinta hitam yang telah disediakan oleh panitia.

Menurut Ketua Panitia Pemilihan, Mochtar, pemilihan Ketua RW ini di-setting seperti halnya pemilihan presiden. ”Tujuannya mengenalkan pesta demokrasi yang jujur dan adil. Sedangkan persiapan yang dimulai sejak Oktober 2016,” katanya.

”Mulai dari awal pendataan warga yang usianya sudah 17 tahun mengacu pada undang-undang. Terus sampai 31 Desember 2016 penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan penetapan bakal calon,” ungkapnya.

Lurah Pudakpayung, Ganefo Sodri Anwar sangat mengapresiasi penyelenggaraan pesta demokrasi pemilihan Ketua RW tersebut. Menurut dia, di wilayahnya terdapat 16 RW dan 140 RT. Diharapkan hal ini menjadi percontohan dan pemerintah juga memperhatikan kegiatan pemilihan lembaga terendah.

”Ini juga bermanfaat untuk mengenalkan Ketua RW terpilih kepada warganya. Karena terkadang masih banyak warga yang tidak tahu atau tidak kenal dengan Ketua RT ataupun Ketua RW,” pungkasnya. (mha/ric/ce1)