Permudah Rakyat Miliki Rumah

BTN Luncurkan KPR untuk MBR

5793
KEBUTUHAN PRIMER: Karyawati Bank BTN melayani nasabah yang mengajukan pembelian rumah melalui KPR BTN MIKRO di pameran gebyar BTN kota Semarang, Jumat (24/2). Produk baru ini melayani pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). (NURCHAMIM/JAWAPOS RADAR SEMARANG )
KEBUTUHAN PRIMER: Karyawati Bank BTN melayani nasabah yang mengajukan pembelian rumah melalui KPR BTN MIKRO di pameran gebyar BTN kota Semarang, Jumat (24/2). Produk baru ini melayani pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). (NURCHAMIM/JAWAPOS RADAR SEMARANG )

SEMARANG – PT Bank Tabungan Negara merilis produk Kredit Pemilikan Rumah bertajuk KPR BTN Mikro. Produk baru ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan dapat menyalurkan KPR Mikro pada 6.000 masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia, dengan penyaluran dana mencapai Rp 3,6 triliun. “Nilainya memang tidak begitu besar, tapi langkah ini memberikan kecepatan dalam pemenuhan perumahan bagi masyarakat,” ujarnya di sela peluncuran KPR BTN Mikro di Wisma Perdamaian, akhir pekan kemarin.

Masyarakat berpenghasilan rendah yang dimaksud adalah mereka yang berpenghasilan rata-rata Rp 1,8 juta hingga Rp 2,8 juta per bulan. Ia menilai segmen masyarakat ini yang paling membutuhkan akses pembiayaan rumah, karena mereka tidak masuk dalam kategori penerima KPR subsidi, baik dalam skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) maupun Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan juga Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) yang dikucurkan pemerintah.

Penyaluran KPR Mikro ini, lanjutnya, akan dibagi dalam beberapa tahap. Di tahap awal ini, debitur yang disasar yaitu pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Mie Baksi (APMISO), nelayan, petani, dan pekerja di sektor informal. “Sebetulnya mereka yang tergabung dalam Apmiso di seluruh Indonesia ini ada sekitar 1 – 1,5 juta orang, tahap pertama di Semarang baru 300 orang. Berikutnya bergeser ke Jakarta dan Jawa Timur. Tadi juga sudah ada masukan asosiasi pangkas rambut,” jelasnya.

Ia menambahkan, beberapa kemudahan bisa didapat dari KPR Mikro ini. Di antaranya, suku bunga rendah sebesar 7,99 persen fixed per tahun, kemudian dibuat skema ringan seperti dibayar mingguan atau harian.

KPR BTN Mikro ini juga dapat digunakan untuk pembelian rumah baru atau second, pembelian kavling, hingga renovasi rumah. Dengan nilai maksimal pinjaman pembiayaan sebesar Rp.75 juta, pekerja informal yang memanfaatkan kredit tersebut bisa mengangsur dengan jangka waktu hingga 10 tahun.

Namun demikian untuk memperoleh pembiayaan perumahan tersebut, ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi. Diantaranya pedagang yang bersangkutan harus tergabung dalam komunitas maupun koperasi. Kemudian menjalani usahanya minimal setahun dan mendapat rekomendasi dari komunitas atau koperasi yang memayunginya tersebut. “Yang penting, mereka tergabung dalam komunitas pedagang atau koperasi serta merupakan binaan Kementerian Koperasi dan UKM dengan penilaian baik,” tandasnya. (dna/smu)