Kudus dan Blora Dominasi Atletik Jateng

558
BERPRESTASI: Atlet asal Kudus Risa Wijayanti, menjadi atlet atletik paling menonjol di Jateng saat ini. Dia juga merebut medali emas untuk Jateng di nomor Jalan Cepat 20 Km pada PON 2016 lalu.
BERPRESTASI: Atlet asal Kudus Risa Wijayanti, menjadi atlet atletik paling menonjol di Jateng saat ini. Dia juga merebut medali emas untuk Jateng di nomor Jalan Cepat 20 Km pada PON 2016 lalu.

SEMARANG – Kabupaten Kudus yang selama ini tidak diperhitungkan dalam cabor atletik di Jawa Tengah membuat kejutan. Kudus menjuarai Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Atletik Jateng 2017 yang sekaligus babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 seri pertama. Ajang ini digelar untuk menentukan atlet yang berhak tampil di Porprov Jateng yang akan berlangsung tahun depan.

Dalam event yang berlangsung di lintasan atletik Stadion Utama Kendal, pekan lalu tersebut Kudus meraih gelar juara umum dengan delapan medali emas, enam perak, dan tiga perunggu. Blora di peringkat kedua, dengan perolehan medali emas yang sama dengan Kudus yakni delapan, namun hanya meraih empat perak, dan tiga perunggu. Disusul Kota Salatiga dengan tujuh medali emas, lima perak, dan enam perunggu.

Ketua Harian Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jateng Rumini mengatakan, dari hasil babak kualifikasi tahap pertama tersebut, masih ada beberapa daerah yang belum meloloskan atletnya ke Porprov Jateng 2018. Diharapkan pada tahap kedua nanti daerah lebih serius memersiapkan atletnya, agar persaingan di Porprov Jateng 2018 mendatang lebih merata.

Selain beberapa daerah belum mampu meloloskan atlet, ada juga nomor atletik yang belum mencapau limit kelolosan. “Tapi masih ada kesempatan bagi daerah untuk meloloskan atletnya ke Porprov yakni pada babak kualifikasi tahap kedua dan mungkin ketiga. Ada beberapa rangkaian kejuaraan yang kami jadikan ajang pra-Porprov. Kami berharap, kabupaten/kota dan klub harus lebih mempersiapkan atletnya sebaik mungkin,” kata Rumini.

Jika melihat prestasi, Rumini mengaku cukup puas. Sebab ada beberapa atlet yang mampu meningkatkan catatan waktu untuk lari, atau meningkatkan lompatan serta lemparan.

Diakui, untuk memacu prestasi, PASI Jateng menetapkan limit yang cukup tinggi mendekati limit waktu PON. Hanya saja, butuh kerja keras untuk membuat prestasi para atlet tersebut konsisten. Sebab sasarannya tidak sekadar memenuhi limit, tapi prestasi nasional. “Daerah cukup banyak yang meloloskan atlet seperti Blora, Kudus, Salatiga, Kota Semarang, dan Kendal. Masih banyak kesempatan bagi daerah lain mendapatkan tempat di Porprov nanti,” sambung mantan atlet nasional itu Rumini.

Kejuaraan selanjutnya sebagai babak kualifikasi adalah Kejurprov Atletik Remaja dan Yunior Jateng. Ajang tersebut akan diselenggarakan di Lintasan Atletik Unnes, 4-5 Maret mendatang. Kejurprov tersebut selain babak kualifikasi juga untuk mempersiapkan atlet mengikuti Kejurnas KU 18 dan 20 tahun di Jakarta. Rumini mengatakan ada 15 nomor yang diperlombakan dalam kategori sprint, lari jarak menengah, lari jarak jauh, lempar, lompat, dan lempar. (bas/smu)