Mayat Pemuda Ditemukan Bersimbah Darah

567
DIDUGA DITABRAK KERETA : Tim Inafis Polrestabes Semarang sedang mengevakuasi jasad korban dari pinggir rel kereta api, Sabtu (25/2) kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIDUGA DITABRAK KERETA : Tim Inafis Polrestabes Semarang sedang mengevakuasi jasad korban dari pinggir rel kereta api, Sabtu (25/2) kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Sesosok pemuda ditemukan tewas mengenaskan di pinggir rel kereta api ganda daerah Muktiharjo Kecamatan Gayamsari Semarang, Sabtu (25/2) kemarin, pukul 05.30. Jasad korban bernama Selamat Fuadi, 36, warga Kauman RT 011/01 Karangroto Kecamatan Genuk, ditemukan masih bersimbah darah. Diduga akibat tertabrak kereta api.

Kali pertama ditemukan, korban mengenakan kaos biru celana pendek hitam. Sedangkan di sekujur tubuhnya penuh luka serius. Wajah korban berlumuran darah yang sudah hampir mengering akibat luka. Pada bagian kaki kanan terdapat luka seperti sayatan. Tangan bagian siku terdapat luka gores. Kemudian pergelangan tangan kanan diduga juga mengalami patah tulang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang di lapangan, kali pertama mayat ditemukan oleh warga Sawah Besar yang sedang melintasi rel hendak menuju warung di Jalan Raya Muktiharjo Lor. “Kalau kejadian persisnya tidak ada yang tahu. Hanya saja, tahu-tahu sudah tergeletak. Tadi Bu Tikno mau ke warung untuk beli lauk, pas lewat lihat ada orang tergeletak terus teriak-teriak sama tetangganya,” ungkap Poniman, warga Sawah Besar yang berada di lokasi kejadian.

Diduga, kata Poniman, korban tewas akibat tertabrak kereta api. Biasanya, korban berada di daerah tersebut untuk mencari ikan. “Mungkin ditabrak sepur (kereta) dari arah selatan yang menuju utara. Karena posisinya (korban) tergeletak di bagian rel yang timur. Sandalnya juga ditemukan terpisah, satunya di sebelah timur rel, satunya di utara sebelah barat rel bagian barat,” imbuh Poniman.

Warga Muktiharjo Lor, Faisal menambahkan bahwa korban memang kerap berada di sekitar lokasi kejadian. “Ada yang bilang ditabrak sepur. Tapi ini masih diselidiki kepolisian, karena tidak ada yang tahu persis kejadiannya,” terangnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban juga kerap minum minuman keras (miras) bersama rekannya di sekitar bawah jembatan tol Muktiharjo Lor yang tidak jauh dari lokasi kejadian. “Informasi dari warga juga sering mancing di terowongan tol situ, sering nongkrong di waduk polder baru. Kadang juga minum di bawah tol sama teman-temannya,” jelasnya.

Sebelum jasad korban dibawa oleh Tim Inafis Polrestabes Semarang ke RSUP dr Kariadi, sempat dilakukan pengecekan oleh tim dokter dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang. “Salah satu petugas Tim dokter DKK menjelaskan kurang lebih 3 jam lalu meninggalnya,” katanya.

Sementara itu, salah satu petugas dari Tim Inafis Polrestabes Semarang, Iptu Sawal menjelaskan korban tewas diduga tertabrak kereta api. “Ditabrak kereta,” katanya singkat.

Sedangkan menanggapi terkait dugaan korban dalam kondisi di bawah pengaruh miras, Kapolsek Gayamsari Kompol Dedy Mulyadi, mengaku belum menerima informasi terkait hal itu. “Kalau itu kami belum terima informasinya, tidak ada,” pungkasnya. (mha/ida)