KANTOR BARU: Dirut PT RNI (Persero) Didik Prasetya (kanan), Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dan Dirut PT Phapros Tbk Barokah Sri Utami (ketiga dari kanan), berbincang di kantor baru Phapros di kawasan Kota Lama Semarang. (TAUFIQ RIKHO/JAWAPOS RADAR SEMARANG)
KANTOR BARU: Dirut PT RNI (Persero) Didik Prasetya (kanan), Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dan Dirut PT Phapros Tbk Barokah Sri Utami (ketiga dari kanan), berbincang di kantor baru Phapros di kawasan Kota Lama Semarang. (TAUFIQ RIKHO/JAWAPOS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – PT Phapros Tbk yang merupakan anak perusahaan PT RNI (Persero) turut mendukung program revitalisasi kawasan Kota Lama. Yaitu dengan mempercantik salah satu gedung di Jalan Mpu Tantular yang kini juga dijadikan sebagai kantor PT Phapros.

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Didik Prasetyo mengatakan, selain sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam revitalisasi Kota Lama, kepindahan kantor Phapros ke kawasan tersebut juga sebagai bentuk utilisasi aset RNI. “Kami memiliki beberapa aset di Semarang, dan salah satunya adalah gedung yang baru diresmikan untuk kantor Phapros ini,” ujarnya, kemarin.

Direktur Utama PT Phapros Barokah Sri Utami menambahkan, pertumbuhan perusahaan juga diimbangai dengan pengembangan organisasi. Pengembangan ini juga membutuhkan ruang kerja lebih. Oleh karena itu, pihaknya menggunakan salah satu gedung yang merupakan aset RNI. Renovasi yang dimulai sejak akhir 2016 lalu tersebut dilakukan secara bertahap, karena dibutuhkan kerjasama dengan beberapa pihak dan juga dana yang dinilai cukup besar. Pada tahap pertama lalu, telah digelontorkan dana setidaknya Rp 200 juta. “Renovasi dan bikin bangunan baru cukup beda, terlebih ini gedung heritage. Untuk melakukan renovasi kami harus kerjasama dengan pihak-pihak terkait. Renovasinya juga harus hati-hati. Ubin saja misalnya, tidak boleh ada yang dirusak, kalau masih bisa digunakan yang lama ya gunakan yang lama,” ungkapnya.

Ia berharap, selain memberikan suasana kerja baru bagi timnya, penggunaan gedung bersejarah sebagai kantor ini juga dapat menghidupkan kembali kawasan Kota Lama.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang juga hadir dalam peresmian kantor baru Phapros tersebut mengungkapkan, revitalisasi Kota Lama ini membutuhkan penataan ulang, mulai dari pemugaran fisik, hingga pengisian dengan berbagai kegiatan yang berkelanjutan. “Sehingga nantinya diharapkan ada pelabelan Kota Lama sebagai Warisan Dunia dari Unesco,” ujarnya. (dna/smu)