Penambangan Merembet ke Tebing Merapi

Polres Minta Bupati Tidak Gantung Izin

572
SIDAK : Kapolres Magelang AKBP Hindarsono saat meninjau lokasi penambangan di Kecamatan Dukun, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)
SIDAK : Kapolres Magelang AKBP Hindarsono saat meninjau lokasi penambangan di Kecamatan Dukun, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)

MUNGKID— Kegiatan penambangan ilegal di kawasan lereng gunung Merapi Kabupaten Magelang diklaim telah dihentikan oleh pihak kepolisian setempat. Untuk itu, Bupati Magelang diminta tidak mengganjal izin yang sudah diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Sekarang sudah kita tertibkan semua (penambangan liar). Yang tidak izin tidak boleh beroperasi. Tapi sekarang kita harap Pemkab Magelang mencarikan solusinya,” kata Kapolres Magelang AKBP Hindarsono di sela-sela sidak di kawaan penambangan Kecamatan Dukun, kemarin.

Menurut Hindarsono, Pemkab harus segera mengeluarkan izin lingkungan kegiatan penambangan yang sudah disetujui provinsi. “Kalau sudah tidak ada masalah segera ditertibkan. Supaya apa? Supaya perekonomian berjalan, pasir juga penting untuk kegiatan pembangunan.”

Jika sudah berizin, lanjut Kapolres, maka kegiatan penambangan sudah memiliki standar operasional yang telah ditentukan pemerintah. Mulai lokasi hingga waktu aktivitas. “Saya akan selalu mengawasi dan menunggu pemerintah daerah baiknya seperti apa untuk regulasinya. Untuk pertemuan, kami juga menunggu undangan Pemkab karena sudah dua kali kami yang memfasilitasi, seharusnya kan Pemkab.”

Selama pengecekan, Kapolres ditemani jajaran Polres Magealng dan Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang. Hasilnya, sudah tidak ada alat berat yang beroperasi. Kapolres hanya mendapati penambang manual.

Tinjauan Kapolres Hindarsono dimulai di alur Sungai Senowoil, Dusun Kajangkoso, Desa Mangunsoka, Kecamatan Dukun. Di sana, ditemukan lima unit alat berat yang rusak, dibiarkan mangkrak di tepi sungai.

Polisi juga menemukan penambang manual yang masih beroperasi. Dilanjutkan di titik lokasi tambang masih di Senowo di kawasan DAM PUD Muntuk, Desa Kerinjing, Kecamatan Dukun. Di sana, Kapolres menemukan sesuatu yang mengejutkan.

Bekas-bekas penambangan mulai merambat ke tebing-tebing dan mepet ke kawasan TNGM (Taman Nasional Gunung Merapi). Ada pula penambang manual yang bekerja di atas tebing, yang jelas-jelas merusak kawasan resapan air dan membahayakan. “Manual yang ada di sungai bisa kita toleransi. Tapi kalau merusak tebing dan membahayakan bangunan pelindung ya kita peringatkan.” (vie/isk)