SEMARANG – Advokat yang juga Gubernur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRa) Jawa tengah, Budi Kiatno menerima vonis 10 bulan penjara atas perkara penyalahgunaan narkoba jenis sabu sabu dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Jumat (24/2).

Berbeda dengan rekannya, Welly justru divonis lebih berat, yakni selama dua tahun penjara dalam perkara sama. Dalam perkara itu, Budi dinyatakan bersalah melakukan perbuatan sebagaimana pasal 127 Undang-Undang Nomor 35/ 2009 tentang Narkotika, sedangkan Welly melanggar pasal 114 UU tentang Narkotika.

”Terdakwa Budi Kiatno sudah divonis 10 bulan penjara, kalau Welly diputus 2 tahun, yang jelas klien kami (Budi, Red) sudah menerima,” kata kuasa hukum Budi, M. Reza Kurniawan kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Reza juga menyebutkan atas perkara itu, kliennya sudah menerima surat keterangan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng untuk direhabilitasi. Namun, majelis hakim yang diketuai Noer Ali memberikan keputusan lain, yakni hanya berupa vonis 10 bulan penjara. ”Atas putusan tersebut, jaksa juga sudah menerima putusan hakim,” ujarnya.

Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejati Jateng, Suratno, menyebutkan jika terdakwa Welly diperintah Budi Kiatno untuk mengambil sabu di samping portal di daerah Ganesha, Pedurungan pada Sabtu, 15 Oktober 2016.

Selanjutnya, sabu yang dibeli dari D, yang masuk daftar pencarian orang itu, dibawa ke kantor LIRa Jateng. Satu paketnya dihargai Rp 1,1 juta dengan cara ditransfer. Sehari kemudian, Welly secara bersama datang ke kantor LIRa untuk memakai narkoba. Lalu, datang Dhika dan Tedi, terdakwa lain (dalam berkas terpisah) menggelar pesta sabu.

Hingga kemudian, keempatnya ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkotika Polda Jateng. Dalam perkara tersebut, Dhika dan Tedi divonis lima bulan rehabilitasi.

Sebelumnya, dalam tututan JPU Kejati Jateng, Budi dituntut hukuman satu tahun dan tiga bulan, namun vonisnya lebih ringan. Berbeda dengan Welly dituntut satu tahun dan tiga bulan, tapi vonisnya lebih berat. (jks/zal/ce1)