SIAP PINDAHAN: Para siswa SDN Ngaliyan 02 Semarang saat mengepaki buku dan dokumen penting sebelum pindahan ke Gedung Perpustakan Kecamatan Ngaliyan (kanan) yang berjarak sekitar 2 Km. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP PINDAHAN: Para siswa SDN Ngaliyan 02 Semarang saat mengepaki buku dan dokumen penting sebelum pindahan ke Gedung Perpustakan Kecamatan Ngaliyan (kanan) yang berjarak sekitar 2 Km. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG SD Negeri Ngaliyan 02 Semarang harus sudah dikosongkan sebelum 15 Maret 2017. Lahan sekolah ini tergusur oleh proyek jalan tol Semarang-Batang. Meski masih setengah bulan, namun para siswa dan guru sudah mulai mengepaki dokumen dan inventaris sekolah. Mereka akan direlokasi sementara di Gedung Perpustakaan Kecamatan Ngaliyan.

Kepala SDN Ngaliyan 02, Mardiyanti, mengungkapkan, kendati gedung sekolah yang baru belum dibangun, pemerintah dan pihak-pihak terkait bertanggung jawab atas tempat sementara beserta transportasi sebagai fasilitas.

”Pemberitahuan awal maksimal minggu depan sudah harus pindah, akhirnya kemarin kami dipertemukan antara Dinas Pendidikan dengan pihak Satker Tol (Jasa Marga) dan diberi waktu maksimal sampai 10 Maret 2017. Untuk proses pindahan tidak bisa secepat kilat, karena barang-barang milik sekolah banyak, jadi kami diberikan kelonggaran waktu lima hari sampai batas akhir 15 Maret 2017,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Mardiyanti menuturkan untuk gedung yang akan ditempati nantinya hanya bersifat sementara sampai dibangunnya gedung sekolah yang baru.

Kepala Dinas Pendidikan, Bunyamin, sampai turun langsung mencari tempat sekolah sementara. Selain itu, pihak Satker Tol memfasilitasi proses pemindahan barang dan transportasi yang nantinya akan digunakan untuk antar jemput wali siswa yang tidak memiliki kendaran pribadi.

”Kemarin sudah diusulkan di RAPB yang saya tandatangani, suruh ngusulkan akan diberi fasilitas untuk  orang tua siswa yang tidak memiliki kendaraan dari Satker Tol selama 6 bulan sampai 1 tahun,” katanya.

Dikatakan, jarak sekolah lama dengan tempat sementara terbilang cukup jauh, sekitar 2 km. Angkutan umum yang digunakan juga lumayan sulit karena harus dilakukan dua kali setelah jalanan yang biasanya dilalui hanya akan digunakan untuk keluar masuk kendaraan proyek.

”Jarak dari sini ke sekolah sementara sekitar 2 km. Untuk transportasi bagi siswa jelas lebih mudah di sekolah sekarang. Sebab, sekolah sementara berada di daerah kecamatan. Transportasi yang digunakan harus dua kali, dari sini ke pom bensin balik lagi ke timur sampai lokasi sekolah sementara,” jelasnya.

Mohana, salah satu wali kelas SD Ngaliyan 02 Semarang mengatakan, dirinya sudah mulai mendata anak didik yang setiap harinya diantar jemput atau jalan kaki menuju sekolah. Hal tersebut dilakukan lantaran nantinya akan disediakan sarana transportasi bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi.

”Total murid kelas saya 35 anak. Tadi sudah saya tanya siapa saja yang berangkatnya diantar dan tidak. Hampir seluruh siswa diusahakan oleh orang tua akan diantar jemput, tetapi ada 2 anak yang selalu jalan kaki kalau berangkat dan pulang, serta 3 anak yang berangkatnya diantar pulangnya naik angkot, itu semua sudah saya data. Semoga tidak ada masalah,” tutur Mohana.

Mardiyanti berharap semoga di tempat yang baru nanti bangunannya dapat lebih bagus, sarana dan prasarana yang digunakan lebih lengkap, sehingga anak-anak dapat belajar dengan tenang dan nyaman. (mg29/aro/ce1)