Curi Cabai, Tarwin Babak Belur

614
TUTUP MUKA: Tarwin memperlihatkan cabai yang sempat ia ambil dari kebun milik Tuyatman. (Ahsan fauzi/radar kedu)
TUTUP MUKA: Tarwin memperlihatkan cabai yang sempat ia ambil dari kebun milik Tuyatman. (Ahsan fauzi/radar kedu)

TEMANGGUNG– Tergiur dengan tingginya harga cabai membuat Tarwin, 45, alias Londo, warga Dusun Widoro Desa Bangunsari Kecamatan Pageruyung Kendal gelap mata. Ia menyatroni kebun cabai di ladang Segetak Desa Tegalirung Kecamatan Bulu Temanggung milik Tuyatman, 42, warga Dusun Gonsuli RT 06 RW 01 Desa Gondosuli Kecamatan Bulu.

Dalam melakukan aksinya, Tarwin tidak sendirian. Ia mencuri bersama Rudi alias Reban warga Garung Reco Kecamatan Kertek Wonosobo. Tapi sebelum menikmati hasil curian, mereka tepergok pemilik ladang. Tarwin tak berkutik ketika dihajar massa sementara Rudi berhasil melarikan diri.

Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Hardjanto melalui Kasubag Humas Polres Temanggung AKB Henny Widiyanti mengatakan, kasus pencurian cabai ini terungkap karena kecurigaan pemilik kebun cabai yang merasa cabainya berkurang sebelum dipanen. Selanjutnya, Tuyatman tiap malam mengintai kebunnya.

Hasilnya, pada Kamis (16/2) lalu sekitar pukul 20.00 WIB, Tuyatman memergoki dua orang sedang memetik cabai dari kebun miliknya. “Mengetahui aksi pencurian cabai di kebun miliknya, Tuyatman langsung berteriak maling,” terang Henny saat gelar perkara di Mapolres Temanngung, Kamis (24/2).

Rupanya teriakan Tuyatman didengar warga dan langsung mengejar kedua pelaku. Sayang hanya 1 orang yang berhasil ditangkap.  “Tersangka Tarwin sempat menjadi bulan-bulanan warga. Untung saja tak selang lama petugas yang sedang berpatroli datang ke lokasi kejadian, sehingga pelaku bisa langsung diamankan dari amukan warga,” ungkap Henny.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti, satu karung plastik warna putih kecoklatan dan 16 buah cabairawit. Atas perbuatanya itu, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman pidana 7 tahun penjara. “Aksi pencurian ini merupakan kali kedua. Yang pertama selamat. Mungkin karena tahu hasilnya, ketagihan, lalu diulangi lagi,” imbuhnya.

Di hadapan petugas, Tarwin mengakui semua perbutannya. Dalam aksi sebelumnya di lokasi yang sama, mereka berdua berhasil menggondol sekitar 7 kilogram cabai. “Dulu pernah ambil bersama Rudi. Waktu itu, oleh Rudi, saya dikasih uang Rp 200 ribu dari hasil penjualan cabai hasil curian itu,” akunya.

Tarwin melanjutkan, awalnya ia tidak ada niatan mencuri cabai. Ia diajak Rudi untuk mencari pekerjaan. Namun pada kenyataannya ia belum mendapatkan pekerjaan sebagaimana yang dijanjikan Rudi. “Saya kenal Rudi di Pasar Legi Parakan, kemudian saya diajak bekerja. Tahu-tahunya pekerjaannya mencuri cabai. Saya masih cukup beruntung diselamatkan petugas saat dihajar warga,” ucapnya dengan penuh penyesalan. (san/ton)