62 Permohonan Paspor Ditolak

1183
JUMPA PERS: Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah Muhammad Diah membeber berbagai alasan penolakan 62 pemohon paspo di Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo. (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)
JUMPA PERS: Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah Muhammad Diah membeber berbagai alasan penolakan 62 pemohon paspo di Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo. (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)

WONOSOBO – Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo kian memperketat perizinan penerbitan paspor. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi banyaknya kasus warga negara yang menyalahgunakan paspor. Sebagai contoh, banyak yang mengajukan paspor wisata namun pada nyatanya disalahgunakan sebagai paspor kerja dan menetap di negara lain dalam kurun waktu lama.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo Soeryo Tarto Kisdoyo menjelaskan, langkah yang diambil tersebut merupakan implementasi program pemerintah RI dalam upaya Pencegahan Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia (TPPO). “Warga negara yang tidak memiliki paspor sesuai, sangat rentan terkena masalah di luar negeri, seperti pendeportasian, bahkan sampai kasus penjualan orang (human trafficking),” kata Soeryo dalam jumpa pers, Jumat (24/2).

Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang berniat keluar negeri agar mengurus paspor yang sesuai peruntukannya, berkualitas, dan telah memenuhi syarat-syarat sesuai prosedur yang ada. Dengan paspor yang baik itu, bisa dijadikan jaminan bagi pemegang untuk senantiasa mendapat perlindungan dari negara Indonesia selama berada di luar negeri. “Negara juga mudah mengawasi, karena semuanya jelas dan bisa dilacak,” katanya.

Kendati penertiban sengaja diperketat, papar dia, bukan berarti masyarakat akan dipersulit untuk pengurusan paspor. Selama berkas yang disertakan adalah berkas asli dan memenuhi syarat yang ditentukan, Soeryo menjamin pihak Imigrasi akan langsung menerbitkan paspor.

“Catatannya, syarat administrasi seperti rekomendasi dari Disnaker (jika mau kerja) sudah ada, dan saat diwawancara pemohon bisa menjelaskan dengan jelas tujuan mereka ke luar negeri, saya jamin paspor bisa langsung diterbitkan tak ada istilah dipersulit,” jelasnya.

Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah Muhammad Diah menambahkan, terhitung sejak Januari hingga Februari 2017, Imigrasi Kelas II Wonosobo telah menolak 62 permohonan paspor dengan berbagai alasan. Rinciannya 41 orang ditolak karena indikasi kerja ke luar negeri nonprosedural, 3 orang ditolak wawancara karena tidak melampirkan paspor terakhir, 11 orang ditolak sistem lantaran tidak melampirkan paspor sebelumnya, 3 orang ditolak adjudikator lantaran data berbeda dengan paspor sebelumnya. Kemudian 1 orang ditolak sistem lantaran pengajuan awal ditolak wawancara indikasi kerja, 1 orang dibatalkan/tidak dilanjutkan selama lebih dari 30 hari, dan 3 orang ditangguhkan karena berbagai alasan. (cr2/ton)