RESMIKAN BANGUNAN : Bupati Kendal, Mirna Annisa saat meresemikan lima bangunan hasil pembangunan 2016 di Hutan Klorofil, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RESMIKAN BANGUNAN : Bupati Kendal, Mirna Annisa saat meresemikan lima bangunan hasil pembangunan 2016 di Hutan Klorofil, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Bupati Kendal, Mirna Annisa berpesan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kendal ‘berpuasa’ selama setahun ini untuk membangun Kendal. Yakni menahan diri untuk tidak bermain-main dalam proses pembangunan infrastruktur di Kendal.

Demikian dikatakan Mirna di sela persemian hasil pembangunan 2016 di Hutan Klorofil, Kebondalem, Kendal. Ada lima hasil pembangunan yang diresmikan yakni Hutan Klorofil, Pasar Gladak, Puskesmas Rawat Inap Rowosari 2, Perpustakaan SDN 2 Mororejo, dan Rehab Kantor Kelurahan Kalibuntu Wetan.

“Harus timbul kesadaran bahwa apa yang dibangun saat ini bukan hanya untuk masa sekarang. Tapi untuk generasi muda dan generasi penerus, agar tetap bisa menikmati pembangunan yang sudah dicapai,” tuturnya, Rabu (23/2) kemarin.

Makanya, ia ingin OPD maupun masyarkat bersama-sama mengawasi jalannya pembangunan di Kendal. Terutama dalam hal infrastruktur jalan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. “Jangan sampai baru setahun dibangun, jalan sudah rusak karena dalam pembangunannya tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan,” tandasnya.

Makanya ia meminta OPD untuk benar-benar serius dan kerja keras dalam menjalankan program pembangunan di masing-masing OPD. Sebab, ketika pembangunan tidak sesuai, dirinya sebagai bupati adalah orang yang pertama kali akan disalahkan masyarakat.

Bupati Mirna mengharuskan semua hasil pembangunan mempunyai nilai yang bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang. Untuk itu, diimbau agar semua warga ikut bersama-sama menjaganya. Sebab, tanggung jawab memelihara bukan hanya pemerintah, tapi juga semua masyarakat.

Pada hakekatnya, lanjut Mirna, pembangunan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pembangunan harus punya arah untuk masa depan. “Kepada semua camat dan kepala desa atau lurah, supaya mengimbau kepada warga untuk ikut menjaga pembangunan yang ada, sehingga bisa dinikmati sampai anak cucu nanti,” imbaunya.

Asisten Pembangunan Setda Kendal Dra Dewi Diniwati melaporkan bahwa anggaran tahun 2016 sebesar Rp 2,197 triliun. Terdiri atas Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 1,36 triliun dan Belanja Langsung sebesar Rp 889,664 miliar. Belanja Langsung dipergunakan untuk 2.692 kegiatan, yaitu bidang pemerintahan sebesar 14,8 persen, bidang ekonomi sebesar 8,28 persen dan pembangunan infrastruktur sebanyak Rp 227,105 milar atau 30,59 persen dan bidang kesejahteraan rakyat sebesar 47,2 persen.

Beberapa pembangunan tahun 2016 di antaranya, Hutan Klorofil dari DAU sebesar Rp 4,6 miliar, Pasar Gladak dari DAK sebesar Rp 1,735 miliar, Puskesmas Rawat Inap Rowosari 2 dari DAK sebesar Rp 3,238 miliar, Perpustakaan SDN 2 Mororejo dan Rehab Kantor Kelurahan Kalibuntu Wetan dari APBD sebesar Rp 189 triliun. Selain itu ada Rusunawa Tipe 24-5 lantai, Dermaga Pelabuhan Perikanan Sendang Sikucing, gorong-gorong, pembangunan jalan dan rehab sekolah dan sebagainya. (bud/ida)