KPID Dorong Literasi Media

302
Budi Setyo Purnomo
Budi Setyo Purnomo

SEMARANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah berupaya menguatkan literasi media di masyarakat. Menyusul banyaknya tayangan televisi yang sangat memprihatinkan.

”Kami akan mendorong, bagaimana newsroom televisi mengonstruksi fenomena/ informasi dapat lebih memihak kepada kepentingan publik,” kata Budi Setyo Purnomo yang kembali terpilih sebagai Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah.

Menyikapi fenomena yang terjadi belakangan ini, KPID berharap lembaga penyiaran di Jateng dapat memberikan iklim sejuk terhadap isu-isu keberagaman yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peran lembaga penyiaran dalam pemilihan materi siaran, pemilihan judul, pemilihan narasumber, dan pemilihan host harus benar-benar diperhatikan, sehingga tidak memicu dan memperkeruh terjadinya konflik antar golongan, suku, agama dan ras.

”Ke depan KPID Jawa Tengah harus bisa menjadikan penyiaran Jawa Tengah menjadi lebih baik, walaupun saat ini peran KPI akan dilemahkan dengan adanya Revisi UU Penyiaran. Namun KPID Jawa Tengah akan tetap berperan aktif dalam upaya memberikan literasi media kepada seluruh elemen masyarakat dalam menangkal isi siaran televisi yang saat ini sangat memprihatinkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Budi SP yang juga pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng dan redaktur senior Tabloid Cempaka, telah terpilih secara aklamasi dalam rapat pleno dengan proses musyawarah mufakat, Selasa (21/7) di Kantor KPID Jalan Tri Lomba Juang. Rapat dilaksanakan bersama tujuh komisioner terpilih periode 2017-2020, adalah Asep Cuwantoro, Setiawan Hendra Kelana, Tazkiyyatul Muthmainnah, M. Rofiudin, Dini Inayati, Budi Setyo Purnomo, serta Sonakha Yuda Laksono.

Selain pemilihan ketua, rapat pleno tersebut juga menetapkan Asep Cuwantoro sebagai wakil ketua, Setiawan Hendra Kelana sebagai komisioner bidang standarisasi dan perizinan, Tazkiyatul Muthmainnah dan Sonakha Yuda pada bidang pengawasan isi siaran, serta Muhammad Rofiudin dan Dini Inayati pada bidang kelembagaan. (ida/ce1)