33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

Jateng Dilanda Banjir 37 Kali

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

SEMARANG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang (DPUSDATR) Jateng, Prasetyo Budhie Yuwono membeberkan, sejak Januari hingga 20 Februari 2017, telah terjadi 37 peristiwa banjir. Ada yang disebabkan karena pendangkalan sungai hingga gara-gara jebolnya tanggul. Sedangkan mulai Oktober sampai Desember 2016 lalu, terjadi 44 kejadian tanggul jebol dan sungai meluap.

Daerah yang terendam banjir di awal tahun ini adalah Brebes, Tegal, Pekalongan, Kendal, Kota Semarang, Demak, Kudus, Pati, Grobogan, dan Klaten. Selain itu, Sragen, Purwodadi, Kebumen, Banyumas, serta Cilacap. ”Kalau yang jebol memang lebih banyak di Klaten dan Pantura, lainnya lebih banyak adalah luapan,” ujarnya.

Dijelaskan, sebelum musim penghujan akhir 2016 lalu, pihaknya sudah memprediksi ada sejumlah wilayah yang bakal terendam banjir. ”Kami sudah tahu titik-titik rawan banjir. Sebelum masuk musim hujan sudah melakukan sosialisasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Semarang, Agus Haryono menambahkan, sejak Januari hingga memasuki akhir Februari 2017, tercatat ada 32 orang yang meninggal akibat peristiwa kecelakaan di air. Yakni di laut, sungai, dan waduk. ”Ada yang menyeberang kemudian hanyut, perahu terbalik, dan lainnya,” tegasnya.

Diungkapkan, dalam dua bulan terakhir banyak laporan masyarakat terkait kebencanaan. Sedangkan SAR Semarang sudah melakukan operasi sebanyak 39 kali di berbagai wilayah Jateng. ”Mungkin ada juga yang tak dilaporkan, karena sebelum dilaporkan korbannya sudah ditemukan. Dan ini didominasi oleh kejadian di laka air, baik di waduk, sungai, laut dan lainnya. Dan itu terjadi setelah hujan deras,” ungkapnya.

Agus menyebutkan beberapa contoh peristiwa kecelakaan di air itu, semisal sejumlah siswa usai kegiatan olahraga di sekolah kemudian bermain air dan hanyut. Kemudian ada warga yang ke ladang melewati sungai selanjutnya terseret arus.

Ada pula warga Grobogan yang menggotong jenazah melintasi sungai untuk dimakamkan, ternyata seketika debit air meninggi hingga membuat pelayat itu terseret arus dan hilang sampai tiga hari. Akhirnya ditemukan sudah meninggal dunia. ”Kebanyakan kecelakaan adalah aktivitas rutin masyarakat di daerah tersebut, dan sulit mengantisipasi,” katanya.

Di lain pihak, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng memperkirakan, musim penghujan akan berakhir sampai Maret 2017 meski intensitas curah hujan mulai menurun. Kemudian musim pancaroba akan mulai berlangsung pada April mendatang.

Koordinator BMKG Jateng, Tuban Wiyoso, mengatakan, musim penghujan awal tahun ini puncaknya memang Januari sampai Februari. Saat ini, intensitas hujan dan angin kencang sudah mulai menurun. Tapi cuaca ekstrem diperkirakan akan terjadi lagi saat pancaroba. ”Memang sekarang angin kencang dan hujan mulai menurun, namun April mulai pancaroba dari musim hujan ke kemarau, jadi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang masih akan terjadi,” katanya. (amh/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemilih A5 Nyoblos Selepas Pukul 12.00

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono memastikan persiapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jateng di Kota Semarang berjalan lancar. Mengenai logistik, secara bertahap...

Cari Ikan Dapat Mayat

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN – Dua nelayan yang sedang menjaring ikan di Pantai Laguna Lembupurwo, Mirit, Kebumen, Rabu (6/6), menemukan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki. Supriyadi,...

Penyebar Hoax Dapat Dipidanakan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Para penyebar hoax yang bermain di media sosial (medsos) bisa dipidanakan. Mereka bisa dijerat dengan pasal 28 ayat 1 UU Nomor...

Warga Terancam Terisolir

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Jembatan Karanggantung penghubung Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, yang terbentang di atas Sungai Belukar nyaris putus. Sebanyak 500 Kepala Keluarga atau 1.500 warga di...

Jinakkan Macan Kemayoran!

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG- Matchday ke-5 ajang Liga 1 akan dilakoni tim PSIS Semarang sore (20/4) ini. Kali ini, tim berjuluk Mahesa Jenar akan melakoni laga...

Prostitusi Liar Rusak Citra Kopeng

UNGARAN – Praktik prostitusi terselubung membuat citra buruk Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Hal itu menjadikan wilayah tersebut sulit berkembang sebagai desa wisata. Kepala...