PEMBICARA: Theodorus M Tuanakotta memaparkan materi tentang praktik fraud yang banyak terjadi di Indonesia.
PEMBICARA: Theodorus M Tuanakotta memaparkan materi tentang praktik fraud yang banyak terjadi di Indonesia.

SALATIGA – Maraknya masalah kecurangan (fraud) di bidang bisnis, ekonomi, bahkan pemerintahan menjadi keprihatinan banyak kalangan. Salah satu contoh tindakan fraud yang terkenal di Indonesia yaitu korupsi. Praktik korupsi seperti sudah menggurita menjadi sebuah penyakit kronis. Hampir semua lini pemerintahan terjadi perilaku korupsi, bahkan berkembang menjadi hal yang wajar.

Dalam hal inilah dibutuhkan peran penting seorang auditor profesional di bidang Audit Forensik dan Audit Investigasi. Seperti dikemukakan oleh dosen dan peneliti dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Theodorus M Tuanakotta dalam National Seminar on Accounting (NASSA) 2017 yang diselenggarakan Kelompok Studi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW di Balairung UKSW, Rabu (22/2).

Theodorus mengatakan, dengan maraknya masalah kecurangan, maka berkembanglah istilah akuntansi forensik dan audit investigasi. Secara sederhana, Theodorus mengartikan akuntansi forensik adalah penerapan sistem akuntasi dalam bidang hukum terutama pada permasalahan-permasalahan kecurangan. Ia meyebutkan beberapa standar yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang auditor profesional di bidang forensik investigasi.

“Beberapa sikap seperti independen dalam melakukan tugas, bertanggung jawab, objektif, kemahiran profesional, memahami lingkup penugasan, serta memahami masalah dengan baik wajib dimiliki oleh auditor profesional. Selama masih menempuh pendidikan, mulailah kembangkan pada diri anda masing-masing,” imbuh mantan penasehat dan tenaga ahli di Badan Pemeriksa Keuangan RI ini.

Director of ACFE (Association of Certified Fraud Examiners) Indonesian Chapter, Randy Rizky menilai, auditor mempunyai peran penting untuk menjaga kesinambungan dan akuntabilitas entitas bisnis. Dalam praktiknya, auditor juga dituntut untuk mampu menjadi penasihat strategis pengelolaan risiko kecurangan. Pemahaman terhadap ekspektasi pemangku kepentingan, pemegang saham dan institusi pemegang hukum menjadi kunci penting dalam menjalankan fungsi audit secara strategis. (sas/ton)