Brigadir Haris Dituntut 5 Bulan

470
JALANI SIDANG : Terdakwa Brigadir Haris Joko Saputro mengajukan pembelaan tertulis usai mendengarkan Jaksa Juwari menuntut pidana lima bulan penjara. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)
JALANI SIDANG : Terdakwa Brigadir Haris Joko Saputro mengajukan pembelaan tertulis usai mendengarkan Jaksa Juwari menuntut pidana lima bulan penjara. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)

MAGELANG – Kasus kecelakaan yang menewaskan seorang pekerja galian gorong-gorong dengan terdakwa oknum polisi Brigadir Haris Joko Saputro, menemui babak baru. Berkas perkara anggota Polres Magelang ini sudah masuk tahap penuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Magelang.

Sidang keempat dengan agenda pembacaan tuntutan umum dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) sempat tertunda dua kali. Yakni pada Selasa (14/2) dengan alasan Hakim Ketua Majelis berhalangan hadir dan Selasa (21/2) lantaran JPU belum siap.

Sidang baru bisa digelar, Kamis (23/2) sekitar pukul 10.45 WIB. Terdakwa Haris yang mengenakan kemeja putih lengan panjang terlihat duduk di kursi pesakitan. Di dalam persidangan, Jaksa Juwari menuntut Haris dengan hukuman cukup ringan, yakni lima bulan penjara.

Di depan majelis hakim PN Magelang, Juwari menegaskan, terdakwa melanggar Pasal 311 ayat (1), (4), (5) subsider Pasal 310 ayat (3) dan (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

”Terdakwa sengaja mengemudikan kendaraan dengan cara atau keadaan yang membahayakan nyawa hingga menyebabkan korban luka berat dan meninggal dunia,” jelas Juwari dalam sidang.

Juwari yang juga Kasi Intel Kejari Magelang menerangkan, beberapa hal yang memberatkan tuntutan, yakni terdakwa mengemudikan mobil Suzuki Karimun Estilo R 9266 DH di bawah pengaruh narkoba dan surat izin mengemudi (SIM) A miliknya sudah mati sejak tahun 2014. Sedangkan yang meringankan, oknum polisi tersebut telah melakukan perdamaian dengan keluarga korban, belum pernah terlibat pelanggaran hukum, dan sopan selama menjalani proses persidangan.

”Dengan pertimbangan tersebut, terdakwa dituntut lima bulan kurungan penjara,” tegas Juwari.

Tidak terima dengan tuntutan Jaksa, Haris akan mengajukan pembelaan secara tertulis. Majelis hakim memberikan waktu satu pekan bagi terdakwa untuk menyerahkan nota pembelaan, yang diberikan tepat pada sidang lanjutan dengan agenda pembelaan, Kamis (2/3) mendatang.

”Siap, mengajukan pembelaan tertulis,” jawab Haris saat ditanya hakim ketua soal cara pembelaan yang akan ditempuh.

Diberitakan sebelumnya, pada akhir November 2016, seorang pekerja gorong-gorong, Reza Trenggana Pattie tewas di rumah sakit usai dihantam mobil yang dikemudikan Haris Joko Saputro. Saat itu, laju kecepatan mobil Haris sekitar 60-70 kilometer per jam. Karena mengemudi di bawah pengaruh narkoba, Haris tidak sanggup mengendalikan kendaraan kala melintasi tikungan tajam menurun di Jalan Telaga Warna, Panjang Baru, Gelangan, Magelang Tengah. Tak pelak, mobil keluar garis marka hingga menabrak korban. (cr1/ton)