RELASI: Perwakilan dari Aston Semarang Hotel & Convention Center, diterima oleh Pemred Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
RELASI: Perwakilan dari Aston Semarang Hotel & Convention Center, diterima oleh Pemred Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Besarnya potensi kawasan Kota Lama dalam mendatangkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara dijadikan peluang bisnis pihak manajemen Aston mendirikan hotel dan convention center di kawasan heritage tersebut. Ditambah saat ini Pemkot Semarang tengah gencar melakukan penataan kawasan Kota Lama.

Public Relation Officer Aston Semarang Hotel & Convention Center Nona Indrayana, mengatakan penataan dan revitalisasi yang dilakukan pemerintah secara tidak langsung membantu peningkatan okupansi hotel. ”Apa yang dilakukan pemerintah berupa revitalisasi dan penataan Kota Lama berbanding lurus dengan jumlah tamu yang datang,” katanya saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Semarang, Jalan Veterang 55, kemarin.

Mayoritas pengunjung yang menginap, lebih memilih plesiran ke kawasan kota tua dengan jalan kaki terutama bagi wisatawan asing. Menurutnya dengan berjalan kaki, cara menikmati kawasan tersebut lebih bisa dirasakan. ”Jika sudah dilakukan revitalisasi, tentu harus ditambah dengan spot-spot kuliner untuk menambah keberagaman wisata di Kota Lama,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat low season seperti bulan-bulan Februari-Maret, pihak hotel berupaya mendongkrak okupansi dengan event. Salah satunya adalah Saint Patrick’s Day yang dikemas dengan konsep party pada Maret mendatang. ”Low season pengaruhnya dari banyaknya penambahan hotel, saat ini okupansi di angka 60 persen,” tandasnya. (den/zal/ce1)