33 C
Semarang
Senin, 1 Juni 2020

Pemasangan Pipa Proyek SPAM Dikeluhkan Warga

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

KAJEN-Pemasangan pipa mega proyek Petalong atau Proyek Pengembangan Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) senilai Rp 64 miliar dikeluhkan masyarakat. Lantaran pihak rekanan, yakni PT Kartika Ekayasa tidak memperhatikan keselamatan pengguna jalan, seperti pemasangan rambu-rambu lalu lintas, dan tidak membersihkan sisa tanah galian yang tercecer di jalan raya. Sehingga sepanjang jalan yang dipasang pipa menjadi licin, ketika hujan turun.

Pipa SPAM dimasukkan ke dalam galian tanah di tepi jalan dengan kedalaman satu meter dan lebar 60 sentimeter, sepanjang 20 kilometer itu ditanam di turus jalan Desa Sengare, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan hingga Kota Pekalongan. Kondisi tersebut diparah dengan tidak adanya pemasangan lampu penerangan jalan, sehingga banyak pengguna jalan yang terjatuh di galian. Bahkan kerap dijumpai kendaraan roda empat terperosok dan masuk di galian pipa SPAM.

Perangkat Desa Karangdadap, Edi Mulyadi, 43, mengungkapkan bahwa hampir setiap malam, banyak kendaraan roda empat yang terperosok di galian pipa SPAM, karena minimnya lampu penerangan dan rambu, serta kondisi galian pipa SPAM yang terlalu mepet ke badan jalan.

“Kalau malam gelap, bisa dipastikan selalu ada laporan mobil atau kendaraan lain yang teperosok pada pipa galian proyek. Kami sudah memberikan masukan dan saranpada pihak rekanan, namun tidak direspon,” ungkap Edi.

Hal serupa disampaikan pada Nurudin, 52, warga Desa Karangdadap, yang rumahnya tepat di tepi jalan raya yang digunakan untuk galian pipa SPAM. Dirinya setiap hari melihat kecelakaan lalu lintas. Pengendara sepeda motor banyak yang terjatuh, karena licinnya jalan akibat ceceran tanah galian yang ada di tepi jalan raya.

“Seharusnya pihak rekanan memberikan batas antara galian dan jalan, serta ceceran tanah galian dibersihkan. Karena kalau hujan, sisa galian mengalir ke jalan raya dan membuat jalan licin,” kata Nurudin.

Sementara itu, Pengawas PT Kartika Ekayasa, pelaksana mega proyek Petalong atau Proyek Pengembangan sistem Penyedia Air Minum (SPAM) senilai Rp 64 miliar, Dedy, ketika dikonfirmasi membantah jika pihaknya tidak menyediakan rambu lalu lintas pada setiap galian pipa SPAM.

Menurutnya, setiap galian pipa sepanjang 30 meter, selalu dipasang satu rambu lalu lintas, meski ukuran rambu lalu lintas terebut kecil. Seharusnya, pihak pengendara lebih hati-hati dan jangan selalu menyalahkan rekanan. Karena pihak rekanan tidak mampu menyediakan lampu penerangan atau tali pengaman sepanjang galian pipa SPAM. “Masyarakat pengguna jalan yang harus hati-hati. Sudah tahu ada galian pipa SPAM, harusnya tidak mengendarai kendaraannya dengan kencang,” tegas Dedy. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Tak Berizin, 393 Botol Miras Disita

PEKALONGAN-Polres Pekalongan Kota mengamankan sebanyak 393 botol minuman keras (miras) dari salah satu pedagang yang terbukti tidak memiliki izin menjual di Kota Pekalongan. Miras...

Jadi Penceramah, Sejak di Bangku MTs

RADARSEMARANG.COM - NAMA Dr Arikha MAg, sudah tidak asing di kalangan para ustad maupun ustadzah sebagai penceramah. Istri Wakil Rektor Universitas Islam Negeri (UIN)...

Dishub Belum Siap Kir Embos

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang ternyata belum punya alat tanda uji kir embos. Padahal, tanda uji kir tersebut merupakan salah satu syarat...

Pedagang Sapuran Mulai Pindahan 

WONOSOBO - Pasar Tradisional Sapuran akan segera dibangun. Terhitung mulai Minggu (24/9), pasar tradisional yang menjadi pusat jual beli 3  di Kecamatan Kepil, Sapuran,...

Addies Adelia Ajari Memasak Kue Lebaran

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 60 orang peserta mengikuti  kegiatan  Cooking Class bersama Garnita Jateng dengan tema "Resep Millenial Kue Lebaran" di kantor DPW Partai...

Raja Salman Pastikan ke Indonesia Awal Maret

RAJA Arab Saudi yang memiliki sebutan resmi sebagai Khadimul Haramain as-Syarifain, Pelayan Dua Kota Suci, Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud dipastikan akan berkunjung...