Menanti Gebrakan Edy Prayitno

Pelatih Baru Persikama

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

MUNGKID—Manajemen Persikama Kabupaten Magelang tak butuh waktu lama untuk mencari pengganti Tommy Parsep yang mundur dari kursi pelatih. Edy Prayitno telah dipilih untuk menukangi tim kuning hitam ini di musim ini.

Edy bukan sosok yang asing bagi Persikama. Pria asli Magelang ini adalah salah satu pendiri klub kebanggaan warga Kabupaten Magelang pada 1986 lalu. Saat itu, dia juga melatih Persikama.

Prestasinya bersama Persikama juga tentu cukup tercatat. Tahun 1989, ia berhasil membawa Persikama menduduki runner up Divisi II A Zone Jawa Tengah. Dan pada 2005, ia mampu kembali membawa Persikama menjadi kampium di eks Karesidenan Kedu.

Prestasi fenomenal juga pernah ia torehkan pada 2013 lalu. Saat itu, ia dipercaya menangani tim nasional pelajar U-18. Skuad yang didominasi perwakilan beberapa Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) se-Indonesia, mampu menjadi runner up Asia. Saat itu, timnya dikalahkan Korea Selatan dengan skor 1-2 di partai final.

Kini di tangan Edy Prayitno, Persikama diharapkan kembali menjadi tim yang disegani di Jawa Tengah. “Saat diminta manajemen menggantikan pelatih sebelumnya. Pada awalnya saya keberatan, namun mau bagaimana lagi. Daripada tim bubar dan kena sanksi dari PSSI, saya pun bersedia,” jelasnya.

“Niat utama saya menolong untuk menyelamatkan tim agar tidak kena sanksi. Namun saya juga minta manajemen untuk menunjuk Subarkah sebagai pelatih fisik, Priyono sebagai pelatih kiper dan Mas Yanto sebagai asisten pelatih,” tambahnya.

Usai ditunjuk sebagai pelatih, Edy langsung memimpin latihan tim di Stadion Gemilang, Rabu (22/2). Pada latihan tersebut, ia ditemani asistennya, Yanto.

Terkait regulasi di liga 3, Edy berencana menambah sekitar 4-5 pemain. Di antaranya di posisi penjaga gawang, wing back, dan striker. Sejauh ini sudah ada dua pemain baru yang bergabung. Yakni Hilmi dari Aremag Kota Magelang dan Puguh dari PSCS Cilacap. “Besok akan ada beberapa pemain baru lagi yang datang. Salah satunya dari Brebes,” jelas Edy.

Sementara Manajer Persikama Kardiyono yang akrab dipanggil Goodres, membenarkan penunjukan Edy Prayitno tersebut. “Pascamundurnya Bang Tommyi, kami langsung menghubungi Pak Edy. Selain memiliki hubungan sejarah panjang dengan Persikama, beliau juga salah satu pelatih tersukses di Magelang. Bahkan ia cukup dipandang mampu memoles anak-anak muda menjadi pesepakbola nasional. Buktinya, ia pernah membawa timnas pelajar Indonesia menjadi runner up Asia,” jelasnya. (vie/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -