Jangan Mengaku Beragama Kalau Lakukan Korupsi

497
TAARUF: Ketua PDM Kota Magelang Solichin memberikan cenderamata kepada Kasi Pidum Kejari Magelang, Henriyadi Wasono Putro. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)
TAARUF: Ketua PDM Kota Magelang Solichin memberikan cenderamata kepada Kasi Pidum Kejari Magelang, Henriyadi Wasono Putro. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)

MAGELANG – Safari Silaturahmi Kebangsaan yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang terus berlanjut. Rabu (22/2) giliran melaksanakan taaruf ke Kejaksaan Negeri Magelang. Muhammadiyah meminta Kejari tidak gentar dalam melakukan penegakan hukum di Kota Magelang.

”(Penegakan hukum) jangan tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Hukum harus tegak, adil dan tidak pilih kasih,” kata Wakil Ketua PDM Kota Magelang Widodo.

Widodo menjelaskan, segala tindak kejahatan harus dihukum sesuai undang-undang yang berlaku. Namun, dari berbagai fenomena di berbagai daerah, masih saja ditemui hukum yang diberlakukan belum tepat sasaran. Bahkan, tidak sedikit kasus sepele dilakukan wong cilik yang buta hukum menjadi bulan-bulanan di pengadilan.

”Negara akan ambruk apabila penegakan hukum loyo. Kejaksaan jangan loyo dalam penegakan hukum. Kami, Muhammadiyah siap memback up penegakan hukum,” tegas Widodo.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Magelang Juwari menegaskan, sudah berkewajiban institusinya melakukan penegakan hukum secara adil dan tidak pandang bulu. Sesuai perintah Tuhan melalui ajaran agama dan keyakinan. ”Jangan sampai mengaku beragama tetapi malah sengaja melanggar ajaran agama dan akhirnya melanggar hukum, seperti korupsi. Itu kita tindak” ungkap Juwari. (cr1/ton)