Gandeng PLN demi Kelancaran UNBK

382

SEMARANG – DPRD meminta Pemprov Jateng benar-benar memperhatikan persiapan sekolah yang bakal menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Computer Best Test (CBT). Pemerintah harus bisa menggandeng Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai upaya agar pelaksanaan ujian bisa berjalan lancar.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Ahmadi mendukung UNBK, karena memang selain menghemat dan bisa meminimalisir terjadi kebocoran kunci jawaban. Selan itu, di era serbakomputer ini pelajar sudah tidak gaptek (gagap teknologi) dalam penggunaan Ilmu Teknologi (IT). Tetapi memang dijumpai kendala di berbagai daerah seperti pemadaman atau masalah listrik. ”Ini jelas sangat mengganggu pelaksanaan UNBK ketika sedang berlangsung meski listrik mati sebentar. Pemerintah bisa menggandeng PLN untuk mendukung kelancaran UNBK,” ujarnya.

Sejumlah sekolah memang sudah menyediakan genset. Tetapi masih belum maksimal, karena penggunaan komputer yang banyak membutuhkan daya yang tinggi. Belum lagi sekolah-sekolah yang memang masih belum mempunyai genset. ”Jika memang sekolah siap tidak masalah, tetapi jika tidak siap ya jangan dipaksakan,” tambahnya.

Dewan sejatinya tidak mempersoalkan ketika pemerintah mewajibkan dan menerapkan UNBK. Tetapi harus melihat kondisi di lapangan apakah sudah siap atau belum. Karena banyak orang tua dan sekolah yang mengeluh karena fasilitas yang dimiliki masih belum mendukung diberlakukan ujian online. ”Keluhan dari masyarakat ini akan disegera ditindaklanjuti. Jangan sampai UNBK justru memberatkan dan membebani,” tambah anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv.

Mendikbud mengeluarkan Surat Edaran No 1 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Ujian Nasional dan mewajibkan sekolah yang memiliki 20 komputer untuk mengikuti UNBK. Harusnya, kebijakan dibarengi dengan fasilitas yang memadai dan tidak asal-asalan. ”Kebijakan yang tidak berdasar, Mendikbud harusnya lihat kondisi kesiapan di lapangan sebelum mengeluarkan kebijakan,” tambahnya. (fth/zal/ce1)