Buron Sebulan, Pelaku Pencabulan Ditangkap

653
DICIDUK : Tersangka Adi, pelaku pencabulan terhadap siswi SMP Boja ditangkap oleh tim Opsnal Polres Kendal. (HUMAS POLRES KENDAL)
DICIDUK : Tersangka Adi, pelaku pencabulan terhadap siswi SMP Boja ditangkap oleh tim Opsnal Polres Kendal. (HUMAS POLRES KENDAL)

KENDAL—Kasus kekerarasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kendal. Kali ini menimpa gadis belia berinnisial FR, 13, yang masih duduk bangku SMP. Sang ayah yang tidak terima, melaporkan kasus tersebut ke polisi. Akhirnya pelaku Adi, 23, dibekuk pihak kepolisian setelah sempat menjadi buron selama satu bulan.

Kapolres Kendal AKBP Maulana Hamdan, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Arwansa mengatakan bahwa kejadian bermula sekitar pertengahan Januari lalu. Sore hari sekitar pukul 16.00, FR berpamitan kepada orang tuanya untuk bermain ke rumah temannya.

Tapi hingga malam, bahkan pagi harinya, FR tidak pulang. Kedua orang tua FR panik lantaran tak biasanya FR tidak pulang, jika sedang main ke rumah temannya. Pagi harinya, ayah FR mencari dan menanyakan keberadaan FR kepada saudara-saudaranya. “Salah satunya ayah FR mendatangi perumahan Villa Siberi, salah satu saudara yang biasa FR jadikan tempat nongkrong,” kata Arwansa, Rabu (22/2) kemarin.

Namun FR ternyata tidak ada disana, ayah korban menemukannya sedang bersama tersangka Adi, warga Kecamatan Mijen Kota Semarang. Melihat hal tersebut, korban lalu diajak pulang.

Sesampainya di rumah, ayahnya yang curiga bertanya kepada FR, kenapa sampai tidak pulang. Termasuk menanyakan apa saja yang dilakukannya bersama Adi, selama semalaman sehingga tidak pulang ke rumah.

“Korban mengaku kepada ayahnya, jika ia sudah dicabuli dan disetubuhi tersangka malam itu. Korban diancam agar tidak mengatakan kejadian tersebut kepada siapapun, alasannya karena tersangka sangat mencintai korban,” jelasnya.

Kedua orang tua korban yang tidak terima dengan perlakuan tersangka kepada pelaku, kemudian melaporkannya ke kepolisian Polres Kendal. “Atas laporan tersebut, kemudian kami lakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti,” tuturnya.

Setelah dirasa cukup, pihaknya langsung melakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap pelaku. Namun pelaku kabur dan penyidik kepolisian melakukan pencarian keberadaan pelaku.

“Setelah ada informasi bahwa tersangka sedang di rumahnya, Tim Opsnal langsung bergerak dan melakukan penangkapan. Tersangka kami tangkap saat sedang di rumah untuk mengambil barang,” kata Kasat Reskrim.

Tersangka saat ini ditahan di Polres Kendal dan dijerat pasal Tindak Pidana Pencabulan dan atau Persetubuhan dengan anak di bawah umur. Pelaku dijerat dengan Pasal 76 D Juncto Pasal 81 dan atau Pasal 76 E Juncto Pasal 82 Undang-undang (UU) nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Yakni setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan perbuatan cabul. “Ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara,” tambahnya.

Sementara Adi mengaku nekat melakukan perbuatannya itu lantaran ia sudah lama menaruh hati pada FR. Diakuinya, jika FR juga suka dengannya. Adi mengaku perbuatan persetubuhannya dilakukan atas dasar suka sama suka. “Saya tidak mengancam korban,” akunya.

Adi menyangkal jika dirinya tidaklah melarikan diri. Ia hanya ke Semarang lantaran tengah mencari pekerjaan. “Saya mencari pekerjaan, sehingga tinggal berpindah-pindah,” elaknya. (bud/ida)