Brigata Curva Sud Dinobatkan Sebagai Ultras Terbaik Asia

619

JawaPos.com – Sebuah daftar kelompok ultras terbaik di Asia belum lama ini dirilis media luar negeri, Copa90. Di peringkat pertama, terdapat Brigata Curva Sud (BCS), kelompok suporter PSS Sleman penguasa tribune selatan Stadion Maguwoharjo.

PSS Sleman, klub yang berbasis dari Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta ini memang dikenal memiliki basis suporter fanatik. Selain Slemania yang memberikan suport luar biasa dari tribune utara untuk tim berjuluk Super Elang Jawa (Super Elja), BCS menghuni sisi yang berlawanan, yaitu di tribune Selatan.

BCS dikenal sebagai kelompok suporter yang tak pernah lelah menyanyikan chant dengan lantang selama 90 menit. Koreografi yang mereka tampilkan pun acap menuai pujian dari banyak pihak. Termasuk dari Presiden Joko Widodo kala membuka turnamen Piala Presiden 2017 di Stadion Maguwoharjo beberapa waktu lalu.

Tak heran jika BCS lantas dinobatkan menjadi ultras terbaik di Asia versi Copa90. Seperti diketahui, Copa90 merupakan salah satu media yang memantau tentang perkembangan suporter sepak bola, khususnya ultras, di seluruh dunia. Ultras sendiri dalam bahasa latin memiliki arti “di luar kebiasaan”. Karenanya dalam keseharian, ultras dikenal sebagai kelompok suporter garis keras. Laiknya di Italia ada Curva Nord 69 (ultras Inter Milan) atau Fossa dei Leoni dan Brigate Rossoneri (ultras AC Milan).

Melalui video berdurasi 5 menit, Copa90 telah menobatkan 5 ultras terbaik dari lima negara di Asia. Di bawah BCS, ada Bangal Brigade (kelompok suporter East Bengal FC dari India), Boys of Straits (kelompok suporter Johor Darul Ta’zim F.C. dari Malaysia), Frente Tricolor (kelompok suporter Suwon Samsung Bluewings dari Korea Selatan), dan Urawa Boys (kelompok suporter Urawa Red Diamonds dari Jepang).

Dalam video tersebut, Copa 90 mendeskripsikan BCS sebagai suporter yang luar biasa meskipun mendukung tim dari kasta kedua. “Setiap tim berlaga, stadion selalu dipenuhi dengan warna hijau dan hitam, koreo yang sangat luar biasa menggambarkan budaya dan apa yang dialami, seperti wajah tersenyum (smiling face), tombol tidak suka (unlike button) dan lingkaran api (ring of fire),” bunyi narasi dalam video tersebut.

Dilansir berbagai sumber, pengakuan Brigata Curva Sud sebagai suporter yang luar biasa dalam mendukung tim bukan dari Copa 90 saja, melainkan media Eropa lain seperti Ultras World dan Tifo TV sebelumnya juga mengangkat BCS sebagai suporter luar biasa.

Brigata Curva Sud memberikan warna lain untuk mendukung tim kebanggan. Selain koreografi yang unik dan kreatif, BCS juga memiliki manifesto yang mereka pegang teguh seperti No Ticket No Game yang mengharuskan membeli tiket, Still Solo (tidak terlibat dengan afiliasi suporter manapun), dan tradisi AwayDay atau bertandang ke kandang lawan.

BCS juga menyerukan kampanye untuk fokus mendukung tim, BOYS (Beyond the Ordinary for Yelling and Singing) atau bernyanyi 2×45 menit tanpa henti dan selalu menyanyikan chant yang positif dan berbau dukungan penuh semangat.

Pengakuan itu tentu menjadi sebuah kebanggan bagi BCS secara khsusu atau suporter sepak bola Indonesia pada umumnya. Nilai-nilai positif yang diusung BCS pun bisa menjadi contoh bagi kelompok suporter lain di tanah air. (ira/JPG)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here