25 Kantor Cabang Virtual Jadi Percontohan

3615
LEBIH MUDAH : Kepala BPJS Kesehatan Divre VI Jateng-DIY Aris Jatmiko dan Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari saat media gathering di Indoluxe Hotel Jogjakarta, Rabu (22/2). (PUPUT PUSPUTASARI/RADAR KEDU)
LEBIH MUDAH : Kepala BPJS Kesehatan Divre VI Jateng-DIY Aris Jatmiko dan Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari saat media gathering di Indoluxe Hotel Jogjakarta, Rabu (22/2). (PUPUT PUSPUTASARI/RADAR KEDU)

JOGJAKARTA – Mulai 1 Maret 2017 mendatang, pendaftaran peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sejahtera (JKN-KIS) makin mudah. Sebanyak 25 kantor cabang Badan Peyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dipersiapkan jadi percontohan Kantor Cabang Virtual.

Di wilayah BPJS Kesehatan Drive VI, dua kantor cabang didapuk menerapkannya. Yakni, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Sleman dan Kantor Cabang Ungaran.

Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari menjelaskan, masyarakat bisa mendaftar JKN-KIS melalui telepon, maupun email. Jika data yang dibutuhkan lengkap, kartu kepesertaan makin cepat selesai. Lalu, Kantor Cabang Virtual akan mengirimkannya ke alamat peserta.

“Mendaftar tidak perlu datang ke kantor BPJS, bisa di rumah dan dilayani 24 jam,” kata Ani saat media gathering di Indoluxe Hotel Jogjakarta, Rabu (22/2).

Pembayaran iuran juga bisa menggunakan layanan autodebit dari rekening peserta. Juga bagi pengguna kartu kredit. Sehingga, peserta tidak perlu repot mengantre ke outlet payment point online bank (PPOB) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. “Semua ini untuk menjamin kemudahan masyarakat mendaftar peserta,” tambahnya.

Upaya lain untuk mencapai cakupan kesehatan menyeluruh, BPJS Kesehatan menyiapkan banyak strategi. Di antaranya bekerjasama dengan asosiasi pengusaha, pemerintah daerah, dan memperluas channel pembayaran.

“Kami juga akan merekrut kader JKN. Ujicobanya di 3 bulan terakhir tahun 2016, lalu dievaluasi dan ada penyempurnaan sistem. Nah April mendatang akan di-launching seluruh Indonesia,” tambah Kepala BPJS Kesehatan Divre VI, Aris Jatmiko.

Ia mengaku, wilayah geografis mempengaruhi kepesertaan dan kelancaran iuran. Outlet PPOB belum merata. Sehingga, kader JKN itulah akan ditugaskan untuk menghimpun iuran, utamanya dari masyarakat di daerah penyangga.

Di 2016 jumlah PPOB mencapai 301.220 dan bertambah menjadi 402.000 outlet PPOB pada 2017. Selain bisa membayar di minimarket yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, peserta JKN-KIS juga bisa membayar di Kantor Pos, Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN. Dari perbankan itu, ada 59.937 ATM yang bisa diakses untuk membayar iuran pada tanggal 10 setiap bulannya. (put/ton)