SOSIALISASI: Anggota MPR/DPR RI Fraksi Nasdem KH Choirul Muna saat menyampaikan materi empat pilar kebangsaan kepada warga Desa Tegalarum, Borobudur, Magelang, Rabu (15/2). (Ajik For Radar Kedu)
SOSIALISASI: Anggota MPR/DPR RI Fraksi Nasdem KH Choirul Muna saat menyampaikan materi empat pilar kebangsaan kepada warga Desa Tegalarum, Borobudur, Magelang, Rabu (15/2). (Ajik For Radar Kedu)

MUNGKID – Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) KH Choirul Muna meminta masyarakat tetap waspada dengan isu munculnya kembali PKI. Tapi jangan sampai kewaspadaan ini menimbulkan phobia atau ketakutan yang berlebihan.

“Kita tidak boleh lengah, kita harus mewaspadai bahaya laten PKI, tapi jangan jadikan phobia di masyarakat, jangan disikapi berlebihan” ucap Gus Muna, sapaan akrab, KH Choirul Muna saat menyampaikan materi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD RI 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) kepada warga Desa Tegalarum, Borobudur, Magelang, Rabu (15/2) pekan lalu.

Gus Muna menjelaskan, jika isu itu dijadikan phobia, orang jadi waswas, takut dan malas bekerja. Untuk menangkis paham dan gerakan PKI, satu-satunya cara ya dengan menggelorakan nilai-nilai Pancasila. “Nilai-nilai Pancasila harus kita tancapkan ke benak masyarakat. Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa sudah final, tak boleh ditawar-tawar lagi,” tegasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hisan Tempuran Magelang itu berujar, Indonesia hingga sekarang tetap berdiri kokoh karena berpedoman pada Pancasila. “Kita harus memperkuat Pancasila untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). NKRI harga mati.”

Masih menurut Gus Muna, melihat hebatnya Pancasila, banyak negara luar tertarik dan ingin belajar Pancasila ke Indonesia. “Beberapa waktu yang lalu, parlemen Afghanistan berkunjung ke Indonesia ingin belajar Pancasila,” ucap pria yang selalu mengenakan peci itu.

Pancasila sebagai ideologi berbangsa dan bernegara banyak dipertegas para kiai, pimpinan Islam nusantara, para ulama besar, baik ulama NU dan Muhammadiyah. “Para ulama punya andil besar penetapan isi Pancasila.” (san/sct/ton)