JALAN SEHAT: Bupati Kendal melakukan jalan sehat bersama warga Desa Tabet Limbangan di sela deklrasi Matikan TV, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JALAN SEHAT: Bupati Kendal melakukan jalan sehat bersama warga Desa Tabet Limbangan di sela deklrasi Matikan TV, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo memiliki gerakan unik untuk mengajak anak-anak di Desa Tabet, Kecamatan Limbangan belajar dan mengaji. Dengan membuat gerakan mematikan Televisi (TV) pada jam belajar pukul 18.00-20.00. Gerakan serius untuk mencerdaskan generasi desa dan pelosok itu mendapatkan respon positif dari Pemkab Kendal.

Koordinator Desa KKN UIN Walisongo di Desa Tabet, Muhammad Saifudin mengatakan bahwa pihaknya sebelumnya menawarkan program ini ke Pemkab Kendal. Ternyata mendapatkan sambutan hangat karena dianggap sinkron dengan Pemkab Kendal yang ingin pendidikan di Kendal maju.

“Kami mendengar Pemkab punya program serupa yakni tentang kegiatan keislaman dan pendidikan. Sementara kami sendiri menawarkan program ke masyarakat Desa Tabet, Kecamatan Limbangan, yang misinya untuk mengaji dan belajar,” ujarnya, kemarin.

Menurut Saifudin, dengan deklarasi gerakan matikan TV merupakan momen tepat karena dihadiri oleh Bupati Kendal. “Kehadiran bupati menjadi penyemangat warga sekaligus memantapkan gerakan ini agar benar-benar dijalankan masyarakat,” tandasnya.

Dikatakan, program ini diyakini efektif, walaupun dampaknya tidak langsung terasa. Tapi secara perlahan akan melekat di hati anak-anak maupun warga Limbangan. Pihaknya menyosialisasikan program kepada warga setempat secara langsung dengan mendatangi rumah-rumah setiap warga.

“Harapan kami, agar timbul kesadaran serta semnagat untuk Mengaji dan Belajar di masyarakat. Serta menghidupkan kembali tradisi membaca Alquran setiap selesai salat maghrib di Desa tabet,” tambahnya.

Kegiatan deklarasi dilanjutkan dengan Jalan Sehat bersama yang diikuti warga Desa Tabet serta dibuka secara langsung oleh Bupati Kendal, Mirna Annisa. Mirna mengungkapkan jika deklarasi tersebut luar biasa, karena masyarakat setempat memiliki kesadaran memperbaiki akhlak dari generasi penerusnya.

Hal ini, lanjut Mirna, ditunjang dengan antusiasme warga dalam menjaga kebersihan desa. Jadi memang tingkat kesadarannya sudah bagus. “Mudah-mudahan ini dapat menular kepada desa-desa lainnya yang ada di Kabupaten Kendal,” katanya. (bud/ida)