KADO BUKU: Enar Ratriany Assa menyerahkan buku kepada Bupati Kendal, Mirna Annisa, sebagai kado genap setahun kepemimpinannya, kemarin (21/2). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KADO BUKU: Enar Ratriany Assa menyerahkan buku kepada Bupati Kendal, Mirna Annisa, sebagai kado genap setahun kepemimpinannya, kemarin (21/2). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Genap setahun kepemimpinan Bupati Kendal Mirna Annisa mendapatkan kado istimewa berupa buku berjudul ’Mirna Annisa Belajar Politik Dari Dapur’. Buku karya teman Mirna, Enar Ratriany Assa, itu menguak keberhasilan Mirna dari seorang ibu rumah tangga hingga bisa duduk sebagai orang nomor satu di Kendal.

Enar mengatakan, buku tersebut hadiah dari dirinya kepada seorang sahabat. Ia mengaku telah mengenal Mirna jauh sebelum menjadi bupati. Bahkan ia dan Mirna kerap menggelar diskusi bersama kelompok mahasiswa.

”Sebenarnya buku ini mau saya berikan pada 17 Februari lalu, tepat setahun Mbak Mirna menjabat bupati. Tapi karena kesibukan beliau, sehingga baru terlaksana hari ini (kemarin),” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (21/2).

Dia menjelaskan, ide menulis buku tersebut lantaran Mirna adalah bupati yang unik dan spesial di matanya. Mirna adalah bupati perempuan termuda di Jateng, serta sebelum menjabat bupati, Mirna adalah seorang ibu rumah tangga dan dokter.

”Keputusan untuk terjun ke dunia politik inilah yang saya ataupun banyak orang tidak banyak yang tahu. Saya pikir, kenapa tidak diungkap dan dibukukan biar menjadi catatan atau penyemangat bagi orang lain kalau bisa,” tuturnya.

Buku setebal 126 halaman tersebut, dia buat dalam waktu yang cukup singkat. Yakni, dengan melakukan pengamatan dan wawacanara serta obrolan melalui aplikasi WhatsApp (WA). ”Buku ini bercerita perjalanan seorang Mirna dari seorang ibu rumah tangga menjadi bupati,” jelasnya.

Dikatakan, meski usianya masih sangat muda, dan kesehariannya hanya seorang ibu rumah tangga, bukan jadi penghalang bagi Mirna untuk melakukan perubahan.

”Harapan saya buku ini bisa diterima masyarakat, dan bisa menginspirasi para pembacanya. Selain itu, buku ini untuk memberikan semangat kepada Mbak Mirna dalam memimpin Kendal,” harapnya.

Mirna sendiri mengaku surprise menerima kado buku dari Enar. Ia mengaku memang sudah lama mengenal Enar, tapi komunikasi sempat terputus saat pencalonan Bupati Kendal pada 2015 lalu. ”Lalu nyambung lagi, dan komunikasi biasa saja, tidak nyangka kalau ternyata obrolan itu akan jadi buku,” katanya.

Mirna mengaku belum mengetahui isi buku tersebut. Tapi dari sekilas yang dibaca Mirna, isinya cukup berlebihan. Karena Mirna menyadari, saat ini ia masih berproses untuk membuat perubahan yang nyata di Kendal.

”Tapi karena ini kado, saya terima dan saya sangat berterima kasih sekali. Harapan saya bisa menginspirasi dan muncul banyak pembaharu-pembaharu di Kendal. Buku ini memang menjadi penyemangat bagi saya untuk lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.

Perjalanan Mirna sebagai Bupati Kendal dinilai berhasil. Hal itu terlihat dari peningkatan jalan berupa betonisasi ada 41 paket pekerjaan dengan total panjang jalan mencapai 25,232 Km.

Selain itu, dalam pemeliharaan jalan berupa pengaspalan ada 26 paket pekerjaan. Dengan panjang jalan yang telah diselesaikan mencapai 26,296 Km. Total jalan yang sudah diperbaiki sepanjang 51,828 Km.

Selain peningkatan dan pemeliharaan jalan, selama setahun juga telah melakukan perbaikan dan rehabilitasi terhadap jembatan. Total ada sembilan jembatan telah dibangun selama satu tahun ini dengan panjang sekitar 45 meter.

Pemeliharaan gorong-gorong atau saluran drainase juga telah dilakukan pasca Mirna dilantik menjadi bupati hingga sekarang.  Sedikitnya ada 15 gorong-gorong yang dilakukan perbaikan dan rehabilitasi. (bud/adv/aro/ce1)