Jateng Serius Garap Wisata Minat Khusus

1009
MEMESONA: Wisatawan menikmati panorama di Bukit I Love You, salah satu destinasi di Kabupaten Kebumen. Di sini, pelancong dapat menikmati sunset dengan melakukan tracking sekitar setengah jam sembari menikmati perbukitan. (ANNISA NATASSIA LARASATI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMESONA: Wisatawan menikmati panorama di Bukit I Love You, salah satu destinasi di Kabupaten Kebumen. Di sini, pelancong dapat menikmati sunset dengan melakukan tracking sekitar setengah jam sembari menikmati perbukitan. (ANNISA NATASSIA LARASATI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Wisata minat khusus di Jawa Tengah dinilai cukup potensial untuk dikembangkan. Potensi ini ditangkap Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Jawa Tengah dengan berbagai fasilitas pendukung serta sosialisasi destinasi-destinasi tersebut.

Salah satu yang cukup potensial adalah di Kabupaten Purworejo. Kawasan yang tersusun oleh endapan alluvium ini mempunyai beragam potensi wisata minat khusus. Di antaranya rafting di Sungai Bogowonto, tracking di pegunungan dan berkunjung ke lima desa wisata. Yaitu Desa Wisata Somongari, Karangrejo, Kaligono, Tlogowungu dan Benowo. Selain itu juga terdapat wisata religi petilasan Pangeran Benowo.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Kabupaten Purworejo Lilos Anggarawati mengatakan, guna pengembangan wisata minat khusus ini, pemerintah setempat melakukan penyesuaian anggaran. Dari yang semula diplot untuk 2020/2021 diajukan menjadi 2017/2018. Perubahan anggaran ini merupakan salah satu upaya menyukseskan Visit Purworejo 2020.

”Pemerintah kabupaten sedang proses pengembangan pantai-pantai selatan. Ada lima pantai yang akan kita unggulkan yaitu Pantai Jogoboyo, Pantai Gedangan, Pantai Jatikontal, Pantai Keburuhan dan Pantai Jatimalang. Saat ini juga sedang dibuat masterplan dan DED (detail engineering design). Diharapkan pembangunan bisa dimulai tahun 2018/2019,” ujarnya.

Selain itu, Kabupaten Purworejo juga mengupayakan perbaikan infrastruktur di beberapa desa wisata. Akses jalan dan kurangnya transportasi umum yang belum memadai ketika menuju ke desa wisata dan beberapa destinasi wisata masih menjadi kendala.

Untuk mendukung pariwisata minat khusus di Jawa Tengah, lanjut Lilos, pihaknya bekerja sama dengan Dinporapar Jawa Tengah mengundang travel blogger serta pelaku wisata dalam Famtrip ke Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kebumen, baru-baru ini. Diharapkan para peserta Famtrip dapat menyampaikan secara luas potensi pariwisata di kedua kabupaten tersebut.

Potensi di kedua kabupaten ini begitu tinggi dan motivasi masyarakatnya pun patut diapresiasi. Dengan berbagai keterbatasan seperti anggaran pariwisata dan infrastruktur, masyarakat memiliki keinginan yang kuat untuk memajukan pariwisata di daerahnya.

Pelaku dan praktisi pariwisata, Pranoto mengemukakan para pelaku pariwisata juga berlomba memberikan motivasi tambahan dengan pengetahuan ketrampilan dan membangun jejaring desa wisata, pengusaha wisata, travel agent, guide hingga media sosial.

”Media sosial sangat bagus untuk mempromosikan dan mem-blow up potensi wisata yang ada. Hanya saja sering ada ketimpangan informasi yang menjadi ketidakpuasan wisatawan yang berkunjung,” ungkapnya. Menurutnya, segala informasi harus disampaikan secara berimbang. Jangan hanya mem-blow up tetapi tidak memberikan latar belakang. ”Jadi yang kurang bagus seperti kendala dari infrastruktur harus diinformasikan agar wisatawan bisa siap,” imbuhnya. (cha/ric/ce1)