33 C
Semarang
Senin, 28 September 2020

Disnaker Klaim Tak Ada Lonjakan Jumlah TKA

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN–Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Semarang mengklaim tidak ada lonjakan jumlah Tenaga Kerja Aing (TKA) yang saat ini bekerja di perusahaan wilayahnya. Menyusul diberlakukannya masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).

Kepala Disnaker Kabupaten Semarang Sumardjito mengatakan sampai dengan Februari 2017 ini, hanya ada penambahan 39 tenaga kerja asing dari Ethiopia yang magang kerja di salah satu perusahaan garmen.

“Sejak dibukanya MEA, tidak ada lonjakan jumlah TKA di Kabupaten Semarang. Jumlahnya relatif stabil dan dalam pengawasan Disnaker,” kata Sumardjito usai Rapat Koordinasi Pengawasan Tenaga Kerja Asing di Kecamatan Bergas, Selasa siang (21/2) kemarin.

Sumardjito menambahkan jumlah TKA di Kabupaten Semarang saat ini sebanyak 264 orang. Mereka semua bekerja di 54 perusahaan skala besar yang tersebar di beberapa kecamatan. Sebagian besar mereka berasal dari Korea Selatan 54 orang dan India 31 orang serta China 25 orang. Selain itu, dari Jerman 13 orang, Taiwan 15 orang, kemudian dari Malaysia, Singapura, Inggris, Amerika Serikat, Denmark, Filipina dan Ethiopia.

“Terkait isu adanya pekerja hiburan berkewarganegaraan asing di kawasan Bandungan, telah kami lakukan pengecekan dan hasilnya nihil. Mungkin yang ada adalah pekerja lokal yang berambut pirang jadi dikira orang asing,” katanya.

Sementara itu, Kasubsi Pengawasan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Semarang, Satria Adi Wicaksana yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan sampai dengan pertengahan triwulan pertama tahun 2017, pihaknya telah mengamankan delapan orang asing yang melakukan penyalahgunaan visa di wilayah kerja Kantor Imigrasi Semarang.

“Mereka terdiri atas tiga warga negara Malaysia dan lima orang warga negara Tiongkok dengan kesalahan penyalahgunaan visa kunjungan untuk bekerja disini dan dua lainnya karena overstay,” katanya.

Terkait kabar serbuan TKA dari Tiongkok, Satria mengaku belum menemukan fakta itu di lapangan. Menurutnya, tidak menjadi masalah keimigrasian selama TKA yang masuk ke Indonesia itu memenuhi persyaratan dan bersifat legal.

Dia juga mengimbau para pengusaha dan perorangan yang menggunakan TKA untuk mematuhi ketentuan wajib lapor sebab prosesnya sangat mudah. Apalagi, lanjutnya, saat ini telah tersedia aplikasi pelaporan orang asing (APOA) secara online yang memberikan kemudahan proses pelaporan. “Kewajiban perusahaan, hotel, perorangan yang menggunakan TKA untuk melaporkan keberadaan mereka ke Kantor Imigrasi,” katanya.

Aplikasi pelaporan orang asing (APOA) untuk memudahkan pelaporan keberadaan orang asing di wilayah Indonesia. “Silahkan untuk diklik APOA.imigrasi.go.id dan prosesnya secara online sehingga dapat dilakukan dari mana saja,” katanya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...