33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

UBK Bisa Timbulkan Kecemburuan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

WONOSOBO-Demi memenuhi imbauan pemerintah untuk menyelenggarakan Ujian Berbasis Komputer (UBK), sejumlah sekolah rela ‘ngoyo’ untuk menyelenggarakan ujian dengan perangkat komputer.

Padahal, di balik semua itu, menurut pengakuan sejumlah guru, ada hal yang perlu dipersiapkan secara matang. Mulai teknis pelaksanaan, ketersediaan perangkat, hingga kesiapan mental siswa dalam mengoperasikan komputer.

“Sangat bagus, cuma biar UBK bisa dilaksanakan semua sekolah, perlu ada persiapan lebih ke depannya,” kata guru SMP 2 Leksono, Usman, belum lama ini.

Keunggulan UBK, di antaranya, siswa terlambat ujian mendapat waktu sama. Yakni, 2 jam untuk masing-masing pelajaran. Tidak ada potongan waktu seperti ujian tertulis. Waktu dua jam dihitung sejak mendapat soal dari server sekolah.

Kedua, dengan model UBK, siswa akan lebih terbiasa untuk mengoperasikan komputer. Ada motivasi lebih untuk belajar. Dampak lebih jauh, ekolah akan tergerak untuk menyediakan perangkat yang menjadi menu wajib di dunia serba teknologi IT.

“Kalau di tempat kami, memang tahun ini ikut UBK. Cuma saya yakin di sekolah lain, masih ada siswa yang ndredeg pegang mouse. Itu pasti jadi soal sendiri.”

Guru lain, Erwin menambahkan, ketidaksiapan siswa dalam mengoperasikan komputer, karena tidak tersedianya perangkat komputer untuk berlatih. Sebab, sebagian sekolah, tidak memiliki perangkat komputer sebanyak 20 unit (sesuai kuota ujian UBK). Kalaupun ada, umumnya banyak yang rusak. “Misal ada yang punya 20 unit (komputer), paling hanya 5-7 yang hidup,” katanya.

Kendala lain, potensi mati listrik sewaktu-waktu juga mengundang kekhawatiran tersendiri. Alternatif memang menggunakan genset. Hanya saja, butuh genset yang berukuran besar. Untuk menyuplai daya 20 unit komputer, butuh genset berukuran 5000 PK. Padahal, genset 5000 PK harganya tidak murah.

Erwin menyarankan, agar kesempatan UBK bisa dinikmati semua sekolah, maka kekurangan-kekurangan tersebut perlu dicarikan solusinya. Tujuannya, agar UBK tidak mengundang kecemburuan antarsatu sekolah dengan sekolah lainnya.

“Soal citra, oh ternyata sekolah ini bisa UBK, sekolah sana belum. Kayak begitu, bisa saja jadi perbincangan calon siswa. Maka, hal itu, ke depan butuh diperhatikan.” (cr2/isk)

Berita sebelumya
Berita berikutnyaTas Diisi Batu dan Gir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Mirna Akan Buat Perbup Sungai

KENDAL - Bupati Kendal Mirna Annisa bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan pantauan ke Sungai Kaliaji di Desa Krajan, Kecamatan Kaliwungu. Sungai tersebut memang...

Sebarkan Berita Hoax Haram

TEGAL- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tegal menegaskan bahwa menyebarkan berita hoax itu haram hukumnya. Tak terkecuali dengan menyebarkan berita di media sosial (medsos)...

Pembentuk “Game for Life” yang Berakhir

Oleh: Dahlan Iskan Bagaimana hasil pemilu internal Singapura? Begitulah pertanyaan pembaca Disway. Soal kelanjutan edisi hari Minggu lalu. Ternyata ada juga yang tertarik. Soal tema yang...

Gus Sallaf Kembali Pimpin PKB Kota Magelang

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sallafudin atau akrab dipanggil nama Gus Sallaf kembali menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kota Magelang untuk periode 2018-2023. Sebelumnya, Gus Sallaf  menjadi ketua...

Lukis Suasana Alam di Pipa Pralon

Kreativitas dibutuhkan seniman untuk berkarya. Kadang menggunakan bahan-bahan yang selama ini tak terpikirkan untuk menjadi karya seni. Seperti yang dilakukan Sulhan Amin. AMIN menganggap seni...

Piaggio Indonesia Menutup 2017 Bersama Vespa di 10 Kota Besar

RADARSEMARANG.COM - Guna mengakhiri 2017 yang fenomenal dan yang penuh dengan milestone besar seperti peluncuran Vespa LX dan S 125 i-get; GTS 300 dan...