INSOMNIA: Tersangka pengedar pil penenang Budiman Sapto menjalani pemeriksaan di Polres Wonosobo. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
INSOMNIA: Tersangka pengedar pil penenang Budiman Sapto menjalani pemeriksaan di Polres Wonosobo. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

WONOSOBO–Satuan Reserse Narkoba Polres Wonosobo menangkap pengedar pil penenang jenis Riklona dan Alprazolam. Pelaku bernama Budiman Sapto, 35, warga Garung, Wonosobo. Ia ditangkap ketika hendak menjual barang haram itu di Jalan Mayjen Bambang Soegeng Wonosobo.

Kepala Satuan Resnarkoba AKP Deni Wibowo mewakili Kapolres AKBP Muhammad Ridwan mengatakan, pelaku ditangkap pada Jumat (10/2) pukul 01.00. Pelaku dibekuk ketika menunggu pembeli. Untuk mengelabuhi petugas, barang bukti berupa 100 butir (10 strip) Alprazolam, 28 (3 strip) butir Riklona dan 1 unit HP Nokia, disembunyikan pelaku di rerumputan.

“Tengah malam, pelaku bertingkah mencurigakan di depan sebuah bengkel. Oleh masyarakat, kemudian dilaporkan kepada kami dan langsung kami tindak lanjuti.”

Setelah petugas datang, kata Deni, dilakukan penggeledahan. Hasilnya, ditemukan 13 strip obat-obatan yang termasuk golongan psikotropika. Pengakuan pelaku, ia mendapatkan dua jenis obat itu dari sebuah apotek di Purwokerto. “Untuk Alprazolam harganya Rp 140 ribu per strip yang berisi 10 butir dan Rp 300 ribu untuk setiap strip Riklona.”

Alasan pelaku menggunakan obat tersebut, karena mengidap insomnia. “Dulu pernah kena insomnia. Sehingga pernah menjalani terapi obat itu dari dokter. Sekarang sudah sembuh tapi masih tetap menggunakan obat itu tanpa resep dokter.” Pelaku akan dijerat pasal 62 atau pasal 60 ayat (5) UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Ancaman hukumannya paling lama 5 tahun penjara. (ali/isk)