SEMARANG – Duta Besar RI untuk Rusia, M. Wahid Supriyadi mengajak pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Jateng, untuk mengikuti Festival Indonesia 2017 di Moskow pada 4-6 Agustus 2017 mendatang.

Dijelaskan, dalam festival bergengsi tersebut, ada display khusus produk makanan sepanjang 200 meter di food city. Untuk UKM nantinya ada ritel khusus yang melayani penjualan, dan ada display yang khusus memamerkan produk. Sehingga, ketika ada permintaan dapat langsung dilayani. Ini juga salah satu yang membedakan dari Festival yang digelar Agustus 2016 silam.

Di sana, pelaku UKM dari Jateng bisa menggelar produk-produk unggulan dari masing-masing daerah. ”Terutama kacang-kacangan, ataupun buah-buahan,” katanya saat menemui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di ruang kerja Gubernur, Senin (20/2).

Dia menceritakan, buah tropis menjadi buah eksotis di Rusia. Satu buah pepaya saja harganya Rp 200 ribu. Dia berharap, ini bisa menjadi kesempatan bagi UKM di Jateng untuk mampu mengekspor buah tropis ke Rusia. Sebab, buah dari wilayah tropis menjadi buah yang eksotis di negara itu. ”Maka saya undang Gubernur Jateng dan Wali Kota Semarang di Festival kedua pada 4-6 Agustus,” katanya.

Selain produk makanan, lanjut Wahid, pihaknya juga menawarkan promosi pariwisata yang ada di Jateng. Misalnya Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara dan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang.

””Rusia sekarang tidak hanya melihat Bali tapi juga Borobudur. Maka saya harap ada miniatur Borobudur juga disana. Kita kemarin juga hadirkan wartawan Rusia ke Karimunjawa, dan hasilnya sangat bagus,” katanya.

Festival tahunan ini rencananya akan dihadiri 90 ribu pengunjung. Target tersebut meningkat dibanding jumlah pengunjung pada festival yang digelar tahun lalu sejumlah 60 ribu orang.

Selain Jateng, kata Wahid, pihaknya juga mengajak sejumlah daerah lain. Di antaranya Sumatera Selatan, Jawa Timur, dan sejumlah provinsi di Kalimantan. Namun ia menegaskan, festival kali ini memang ada stan khusus UKM, bukan hanya seni budaya dan teknologi.

Wahid menambahkan, adanya festival ini memberikan dampak positif. Contohnya, setelah adanya festival pertama, saat ini telah dibuka rute penerbangan dari maskapai Garuda Indonesia dari Jakarta ke Rusia secara langsung selama 11 jam. Ini memberi dampak positif untuk sektor pariwisata.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, di Jateng sudah ada banyak produk-produk UKM yang layak ekspor. Misalnya kopi dari Temanggung, batik dari pantura, teh, Purwoceng, dan lain sebagainya. Hanya saja pada kemasan perlu mengubah dengan bahasa Rusia.

Mantan anggota DPR RI ini meminta, sebelum festival itu digelar Agustus mendatang, sebaiknya ada uji coba promosi produk UKM dari Jateng lebih dulu ke Rusia pada Mei. Hal itu untuk menjajaki potensi pasar, membuka peluang pemesanan, serta membuka kantor dagang di Moskow.

”Artinya kalau nggak bagus ya nggak usah berangkat. Saya nggak suka kalau kunjungan tapi nggak ada hasil. Sehingga, kalau sudah ada uji coba, nanti Agustus sudah ada realisasi, sudah ada order, MoU, dan seterusnya,” ungkapnya. (amh/ric/ce1)