Parpol Bersiap Hadapi Pilgub

Ketua Gerindra Jateng Siap Maju

392

SEMARANG – Setelah bertarung di bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017, sejumlah partai politik (parpol) mulai melakukan persiapan menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang akan digelar pada 2018 nanti.

Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid mengatakan, mulai Maret 2017, struktur partainya akan mengadakan konvensi guna melakukan penjajakan calon yang hendak diusung pada Pilgub 2018. ”Kalau tidak ada perubahan, pada Maret akan diadakan konvensi untuk menjajaki calon internal dan eksternal,” katanya.

Anggota DPR RI ini menambahkan, untuk tahap awal pihaknya akan mengadakan konvensi internal. Para struktur dan kader partai akan diundang ikut konvensi tersebut. Dengan harapan, para kader internal bisa ikut maju dalam perhelatan tersebut. ”Setelah itu akan diadakan konvensi eksternal,” tegasnya.

Wachid mengaku dirinya siap maju menjadi calon gubernur (cagub) Jateng 2018, asal diperintah partai. ”Kalau saya diperintah partai siap melaksanakan,” imbuhnya.

Ketua DPW PKS Jateng Kamal Fauzi mengatakan, pasca pelaksanaan Pilkada 2017, pihaknya tengah melakukan pembahasan-pembahasan untuk menyambut pilgub. Komunikasi dengan sejumlah parpol pun mulai dijalin. ”Intinya di pilgub nanti mengerucut beberapa nama. Tapi kami belum tahu. Prosesnya akan segera dimulai, ditunggu saja,” katanya.

Dibeberkan, dalam menentukan nama calon yang bakal diusung, ada beberapa tahapan yang biasa dilakukan. Di antaranya survei internal, kemudian penjaringan awal, hingga diputuskan calon yang diusung. Dalam tahap awal tersebut, partainya mengedepankan aspirasi dari kader, kemudian diajukan kepada Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) untuk direkomendasikan calon yang akan diusung PKS.

Di lain pihak, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Joko Purnomo mengatakan, tahapan Pilgub Jateng 2018 akan dimulai pada Agustus 2017. Penyelenggara memperkirakan anggaran perhelatan tersebut mencapai Rp 1,13 triliun. Dana tersebut ditanggung APBD Provinsi.

Anggaran yang diperkirakan bisa jadi berubah sesuai dengan perhitungan kebutuhan anggaran paling faktual. Tapi, anggaran tetap dicadangkan dengan membebankan pada perkiraan pencalonan maksimal dalam pilgub. Sebab, jumlah pasangan calon (paslon) berpengaruh terhadap anggaran.

Saat ini, pihaknya hanya menyusun perencanaan maksimal enam paslon dalam Pilgub 2018 mendatang. Rinciannya, empat pasangan calon yang diusung parpol dan dua pasangan dari calon perseorangan atau independen. Adapun syarat pencalonan independen sudah diatur dalam undang-undang dan peraturan KPU. (amh/ric/ce1)