Obesitas Picu Penyakit Kanker

1858
SOSIALISASI: dr Edi Wibowo Ambari, SpOG(K) saat memberikan penjelasan mengenai kanker serviks dalam Seminar Awam Hari Kanker Sedunia 2017 RSUP dr Kariadi. (IST)
SOSIALISASI: dr Edi Wibowo Ambari, SpOG(K) saat memberikan penjelasan mengenai kanker serviks dalam Seminar Awam Hari Kanker Sedunia 2017 RSUP dr Kariadi. (IST)

SEMARANG – Kelebihan berat badan atau obesitas, selain memicu penyakit jantung, ternyata memiliki risiko lain yakni terkena kanker. Jenis kanker yang sering muncul akibat kegemukan di antaranya kanker kerongkongan, usus besar, endometrium, ginjal dan payudara. Fakta tersebut mencuat dalam Seminar Awam Hari Kanker Sedunia 2017, RSUP dr Kariadi beberapa waktu lalu.

Salah satu pembicara, Niken Puruhita KSM Gizi RSUP dr Kariadi, mengatakan makanan memiliki peran penting sebagai pemicu dan pencegah penyakit kanker. ”Ikan asin adalah makanan yang risiko kanker nasofaring, terutama bila dikonsumsi saat anak-anak dalam jumlah besar. Selain itu, makanan yang diasinkan meningkatkan risiko kanker lambung,” katanya.

Selain itu bahan makanan berupa daging yang diawetkan dan daging merah juga meningkatkan risiko kanker usus besar. Penyakit kanker bisa dicegah, di antaranya dengan memperbanyak asupan serat dari buah dan sayuran, menjaga pola makan, dan olahraga. ”Kegemukan dapat  dihindari dengan mengurangi makanan tinggi lemak, tepung dan gula,” ungkap Niken.

Terpisah dr Edi Wibowo Ambari menambahkan, hingga saat ini, jenis kanker dengan jumlah penderitanya paling banyak di negara berkembang adalah kanker serviks atau leher rahim. ”Di Indonesia kanker serviks juga menduduki urutan pertama. Setiap harinya, ada sekitar 20 hingga 25 orang meninggal dunia atau 1 orang meninggal dunia per-jam, karena kanker leher rahim,” bebernya.

Total ada sekitar 60 hingga 70 persen ditemukan pada stadium lanjut. Padahal sebetulnya kanker serviks dapat diwaspadai dari keluhan yang muncul pada penderita seperti perdarahan, keputihan atau nyeri panggul. Untuk mendeteksinya, dapat dilakukan dengan pap smear atau Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). ”Penyebab kanker serviks adalah virus HPV yang ditularkan melalui hubungan seksual usia muda, merokok dan berganti-ganti pasangan,” terangnya.

Untuk pengobatannya pada stadium dini 0-IIA dilakukan dengan operasi, stadium IIb, III dan IV dengan kombinasi radiasi eksterna dan interna. ”Sementara untuk pencegahannya dapat dilakukan dengan imunisasi sejak usia 10 tahun hingga 55 tahun,” pungkasnya. (den/zal/ce1)