Nobatkan Griya Mijen sebagai Kampung Anggrek

4180
BERI APRESIASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi kreativitas warga Griya Mijen yang menggelar Festival Anggrek dan menjadikan ikon permukiman tersebut sebagai Kampung Anggrek. (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)
BERI APRESIASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi kreativitas warga Griya Mijen yang menggelar Festival Anggrek dan menjadikan ikon permukiman tersebut sebagai Kampung Anggrek. (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Upaya warga Perumahan Griya Mijen Permai Kelurahan Mijen, yang menggali potensi dengan gemar menanam bunga anggrek, patut diacungi jempol. Sebuah ajang Festival Anggrek yang dihelat atas kerja sama antara warga setempat dengan mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus Semarang, menobatkan kampung tersebut menjadi Kampung Anggrek.
Hal itu selaras dengan program kampung tematik yang terus dikampanyekan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Festival Anggrek Tingkat Kota Semarang tersebut digelar di Perumahan Griya Mijen Permai, Kelurahan Mijen, Kota Semarang, Minggu (19/2). Beraneka ragam tanaman anggrek hasil budi daya warga perumahan setempat dipamerkan untuk diperkenankan kepada publik.
Lurah Mijen Bambang Sugiarso mengatakan, budi daya tanaman anggrek tersebut dilakukan oleh warga RW 7 Perumahan Griya Mijen Permai. ”Warga gemar menanam anggrek sudah dimulai sejak tiga tahun lalu. Saat ini telah berkembang di 12 RT yang memiliki pengembangan budidaya anggrek. Hasil nyatanya baru dirasakan saat ini,” katanya.
Adanya budi daya anggrek tersebut menjadi potensi yang unik dan menarik. Sebab, selain hobi, banyaknya anggrek di kampung tersebut memantik daya tarik penggemar anggrek untuk berkunjung di kampung tersebut. ”Ini menjadi potensi yang mendukung sektor ekonomi bagi warga. Tentunya kami ke depan akan terus mengembangkan potensi wisata di Kampung Anggrek ini,” katanya.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku bangga melihat kreativitas warga dan pihak-pihak yang bekerja sama untuk menggali potensi warga. Bahkan Festival Anggrek ini yang pertama dihelat di Kota Semarang. ”Kegiatan ini telah memunculkan potensi wilayah sehingga menjadi Kampung Tematik,” katanya.
Dikatakan Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi, kegiatan ini sangat menginspirasi bagi warga lain. Selain menjalin tali silaturahmi, juga mampu melahirkan potensi yang menjadi ikon kampung setempat. ”Selain itu juga bertujuan memperkenalkan kampung tersebut. Tadi saya tanya, warga melakukan budi daya anggrek ini berawal dari hobi. Mudah-mudahan ke depan mampu menjadi bisnis yang bisa meningkatkan dapur rumah tangga ibu-ibu di sini,” katanya usai membuka Festival Anggrek.

Kampung Anggrek di Mijen, kata Hendi, agar Kelurahan Mijen bisa terdengar oleh seluruh warga baik di kota Semarang dan luar Semarang. ”Orang mau mencari anggrek tinggal datang saja ke kampung sini,” katanya.

Lebih lanjut, Hendi berharap, pengembangan kampung tematik setelah infrastruktur dikerjakan, selanjutnya bisa dilakukan pelatihan. ”Warga bisa memanfaatkan bantuan modal dari Dinas Koperasi dengan fasilitas pendanaan Kredit Wibawa (Wirausaha Bangkit Menjadi Juara).
Butuh komitmen luar biasa dari warga dan stakeholder, supaya ini tidak sekadar seremoni saja. Tetapi dikembangkan,” imbuhnya.
Apalagi, saat ini fasilitas Kredit Wibawa, lanjut Hendi, syaratnya mudah, yakni warga domisili Semarang. ”Anggrek ini bisa dikembangkan dengan dana bantuan Kampung Tematik dan Kredit Wibawa tersebut,” kata Hendi. (amu/zal/ce1)