DEMAK – Pertumbuhan ekonomi di wilayah Demak terus meningkat. Ini seiring banyaknya industri yang berinvestasi di daerah tersebut. Demikian disampaikan Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Frans Kongi di sela melantik pengurus Apindo Demak, kemarin.

Menurutnya, sejak orde baru, Demak telah menjadi incaran investor. Ini lantaran wilayah tersebut berdekatan dengan pelabuhan Tanjung Emas dan Bandara Ahmad Yani, Semarang. “Apalagi, sekarang sudah ada layanan perizinan satu pintu. Tentu, investasi akan terus meningkat,” ujarnya.

Demak, kata dia, membutuhkan kawasan industri yang mampu menampung para investor. “Daerah-daerah sekarang banyak yang berlomba-lomba menarik investor. Karena itu, Pemkab Demak harus menyiapkan lahan industri dengan biaya terjangkau,” imbuh dia.

Saat ini, lanjut Frans Kongi, iklim investasi secara umum sedang melambat. Selain itu, upah tenaga kerja juga cukup tinggi. Kabag Perekonomian Pemkab Demak, Suhasbukit yang mewakili Bupati Demak HM Natsir menyampaikan bahwa pemerintah daerah berharap Apindo dapat memberikan warna baru bagi dunia ketenagakerjaan dan pengupahan di Demak.

“Perusahaan tidak hanya memikirkan bagaimana perusahaan untung, tapi perusahaan juga dapat menjadi penggerak ekonomi daerah. Dengan demikian, dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan,” katanya.

Menurut Suhasbukit, Apindo Demak dapat berkontribusi bagi pembangunan dengan cara ikut menciptakan iklim investasi yang kondusif. Sementara itu, pengurus DPK Apindo Demak yang dilantik kemarin langsung melakukan rapat kerja. Rapat dipimpin langsung ketua Apindo Demak, Moh H Ilyas. (hib/ida)