Bupati Minta Tiga Jembatan Mulyorejo Dibongkar

502
TINJAU ROB : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama Kepala Desa Mulyorejo, Mubarok, dan warga melihat kondisi jembatan Desa Mulyorejo, yang akan dibongkar karena menghambat arus anak sungai. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU ROB : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama Kepala Desa Mulyorejo, Mubarok, dan warga melihat kondisi jembatan Desa Mulyorejo, yang akan dibongkar karena menghambat arus anak sungai. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Jembatan di tengah-tengah permukiman warga Desa Mulyorejo yang menghubungan antardusun, dibongkar. Pasalnya, jembatan tersebut lebih rendah dari arus anak sungai. Akibatnya, menghambat arus sungai di Desa Mulyorejo dan menyebabkan banjir rob karena air tidak bisa mengalir ke laut.

Bahkan, akibat tersumbatnya arus air, ratusan rumah di Desa Mulyorejo terendam banjir rob, ratusan hektare sawah dan tambak ikan tak bisa lagi digunakan, karena tertutup banjir rob.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, ketika meninjau banjir rob di Desa Mulyorejo, Senin (20/2) kemarin, langsung memerintahkan Kepala Dinas Pegairan Sumber Daya ir dan Mineral (PSDA) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk segera melakukan pembongkaran terhadap tiga jembatan yang mengambat laju arus anak sungai ke Sungai Miduri dan laut.

Kepala Desa Mulyorejo, Mubarok, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa salah satu penyebab banjir di Desa Mulyorejo, karena limbah rumah tangga di desanya mengalir pada tiga anak sungai, namun tersumbat oleh tiga jembatan desa. Sehingga air kembali ke lagi permukiman warga dan banjir semakin tinggi.

Langkah bupati untuk membongkar tiga jembatan Desa Mulyorejo, dinilainya sangat tepat. Namun bupati juga diharapkan segera membangun jembatan baru, sehingga banjir di Desa Mulyorejo berkurang. “Dengan dibongkarnya tiga jembatan tersebut, diganti dengan jembatan baru yang lebih besar dan lebih tinggi, sehingga memperlancar air dari permukiman ke anak sungai. Dengan begitu, air akan mengalir lancar ke sungai,” katanya.

Mubarok juga menambahkan untuk mengurangi banjir di Desa Mulyorejo, pihak desa berembug dengan beberapa warga. Terutama warga yang mendirikan rumah d iatas bantaran sungai, untuk dibongkar, karena menghambat arus sungai dan menyebabkan banjir. Ada 3 warga, yang mendirikan rumah di atas bantaran anak sungai, dua di antaranya mendirikan bangunan kandang ayam, dan satu bangunan tambahan untuk permukiman.

“Bangunan milik warga yang berada di atas bantaran sungai sudah siap dibongkar oleh pemiliknya sendiri. Mereka tidak minta ganti rugi, karena menyadari apa yang dilakukan menyalahi aturan,” kata Mubarok.

Sementara itu, Bupati Asip menegaskan bahwa tiga jembatan di Desa Mulyorejo yang posisinya lebih rendah dari arus anak sungai, bukan saja menghambat arus anak sungai. Namun juga menjadi tempat sampah baru yang tersangkut pada jembatan tersebut.

“Kami akan bertahap dalam mengatasi banjir rob. Mulai dari hal-hal sederhana namun mengena dan menyelesaikan masalah. Seperti membongkar tiga jembatan ini, kemudian melakukan pengalihan aliran sungai dan pembuatan bendungan lintang,” tegas Bupati Asip. (thd/ida)