33 C
Semarang
Kamis, 9 Juli 2020

Baru Sembilan SMP Siap Gelar UNBK

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

UNGARAN–Saat ini baru 9 sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Semarang yang siap menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Meski begitu, bukan berarti sekolah lain yang belum punya komputer dan akses internet tertutup kemungkinan menggelar UNBK.

“Sekitar 10 persen dari seluruh SMP/sederajat yang ada yang melakukan UNBK, dari sekitar 90 sekolah,” tutur Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih, Senin (20/2) kemarin.

Karena kondisi tersebut, katanya, Disdikbudpora adalah berkoordinasi dengan SMA/SMK yang punya sarana pendukung UNBK. SMP yang berlokasi tak jauh dari SMA/SMK penggelar UNBK diarahkan untuk menumpang. Koordinasi sangat dibutuhkan lantaran pengelolaan SMA/sederajat saat ini di tangan Pemprov Jateng.

“Jadi kemungkinannya nanti bisa bertambah, tidak hanya sembilan sekolah. Tapi saat ini masih menunggu bagaimana hasil pengecekan di lapangan, mengingat harus dilihat juga kesiapan anak didik kita untuk mengikuti UNBK,” katanya.

Dikatakan Dewi, Pemkab Semarang tidak bisa memaksa tiap-tiap sekolah siap UNBK pada tahun ini, meski ada instruksi dari pemerintah pusat. Dikarenakan siap tidaknya sekolah melaksanakan UNBK, tergantung ada tidaknya sarana pendukung.

Termasuk kemampuan atau kesiapan dari siswa itu sendiri. Para siswa perlu dibekali pelatihan lebih dulu sebelum mengerjakan soal UN menggunakan komputer. “Jadi sekolah yang belum siap UNBK tetap menggelar UN dengan paper atau secara manual,” katanya.

Terkait support anggaran pengadaan sarana pendukung bagi sekolah yang belum siap UNBK, Dewi memastikan belum bisa dilakukan tahun ini. Sebab mekanisme penyusunan APBD tidak bisa mengalokasikan anggaran di tahun yang sama.

“Kami tidak berani berandai-andai karena menyangkut anggaran. Penggaran itu siklusnya sudah jelas, anggaran 2017 dibahas dan ditetapkan di 2016. Tahun ini tidak ada pengadaan seperti itu. Jadi sementara ini baru sembilan sekolah itu,” katanya.

Terpisah, Sekda Kabupaten Semarang Gunawan Wibisono mengakui Pemkab Semarang hingga saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan UNBK seluruh sekolah. Selain kemampuan APBD yang terbatas, fokus anggaran pendidikan saat ini digunakan untuk membangun atau memperbaiki fasilitas fisik sekolah, seperti ruang belajar, gedung pendukung kegiatan siswa atau bangunan sekolah lain. “Nanti kami coba mulai memikirkan secara bertahap anggaran untuk memenuhi kebutuhan pendukung UNBK ini,” tuturnya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Setahun Memimpin, Terima 22 Penghargaan Nasional

KAJEN- Sebanyak 22 penghargaan tingkat nasional berhasil diraih dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti....

Hadirkan Penari Striptis, Divonis 1 Tahun Penjara

SEMARANG-Akibat menghadirkan penari striptis atau hula-hula, operator dan kasir tempat karaoke Barbie House di kawasan Sunan Kuning Semarang, yakni Dimas, Lilik dan Purwanto harus...

Tawarkan Kenyamanan Sesuai Keinginan

RADARSEMARANG.COM - Padatnya aktivitas di perkotaan dan minimnya lahan parkir membuat banyak warga mulai berpikir ulang untuk menggunakan kendaraan pribadi dalam aktivitas sehari hari....

Suntikan Ekonomi 2000 Triliun

Oleh: Dahlan Iskan Masakan baru. Resep lama. ‘Masakan baru’ itu senilai hampir Rp 2.000 triliun. Hampir sama dengan APBN Indonesia. Saya katakan ‘resep lama’ karena ‘masakan’ seperti...

TNI Dilatih Gunakan Transplanter

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Balai Diklat Pertanian Provinsi Jateng melatih TNI agar mahir dalam menggunakan alat mesin pertanian (alsintan). Seperti, alat penanam bibit padi dan jagung...

Ratusan Pelajar Se-Jateng “Berjibaku” Ikuti Cerdas Cermas Germas

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Apa pesan-pesan yang disampaikan dalam gerakan masyarakat hidup sehat atau germas?, waktu 1 menit dari sekarang". Itulah salah satu pertanyaan yang disampaikan dewan...