33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Sekolah Belum Tentukan Besaran SPP SMA/SMK

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG- Penetapan besaran sumbangan pengembangan pendidikan (SPP) bagi siswa SMA/SMK negeri masih belum jelas. Padahal pelimpahan kewenangan pengelolaan SMA/SMK negeri dari kabupaten/kota ke provinsi sudah berjalan hampir 2 bulan. Pihak sekolah sendiri masih menunggu keluarnya Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur soal SPP.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Semarang, Wiharto, mengatakan, pihak SMA/SMK negeri hingga saat ini masih menunggu turunnya Pergub soal penetapan SPP. “Kami masih menunggu Pergub turun dulu, namun kepala sekolah akan berupaya agar jika ada sumbangan tidak memberatkan siswa kurang mampu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (16/2) siang.

Pria yang akrab disapa Pak Wi ini menjelaskan, jika Pergub telah keluar, maka pihak sekolah bisa menentukan mekanisme penerapan besaran SPP kepada siswanya. Terkait besaran SPP yang belum ditentukan, pihaknya yakin jika nantinya aturan tidak memberatkan siswa yang kurang mampu. “Mekanismenya belum diatur, tapi menurut saya tidak akan memberatkan. Bahkan siswa yang tidak mampu, nantinya akan dicarikan beasiswa oleh pihak sekolah,” tuturnya.

Sebelum Pergub dikeluarkan, lanjut Wiharto, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng akan melakukan pemaparan di depan gubernur terkait konsep kemampuan pemerintah provinsi yang hanya menyanggupi membayar guru tidak tetap (GTT) yang memiliki jam mengajar linier 24 jam sepekan. “Untuk upah GTT yang punya jam mengajar 24 jam akan mendapatkan gaji sesuai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) ditambah 10 persen. Tapi ini baru usulan yang nantinya akan dipaparkan,” bebernya.

Kepala SMAN 3 Semarang ini menambahkan, hanya GTT yang bekerja di sekolah negeri yang dibiayai provinsi. Data GTT di Kota Semarang sendiri telah disetorkan ke Pemprov Jateng pada pertengahan November tahun lalu. Sementara untuk pegawai tidak tetap (PTT), lanjut dia, tidak mendapatkan anggaran dari pemerintah provinsi. “Gaji PTT mekanismenya akan diserahkan ke pihak sekolah, sistemnya nanti bukan sumbangan. Namun gotong royong, menutup gaji PTT yang tidak dianggarkan,” jelasnya.

Besaran gaji untuk PTT, kata dia, nantinya akan dilihat dari Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dalam jangka waktu 1 tahun, terhitung Januari – Desember 2017. Ia menegaskan jika siswa kurang mampu tidak akan dibebani pungutan apapun. ” Nanti kesepakatannya akan melibatkan orang tua dan komite sekolah,” ucapnya.

Kepala Disdikbud Jateng, Gatot Bambang Hastowo, menuturkan, jika payung hukum tentang SPP diatur dalam UU No 20/2003 tentang Sistem pendidikan Nasional. Pasal tersebut menyebutkan tanggungjawab pendidikan ada pada pemerintah dan masyarakat. Namun ia menegaskan jika SPP hanya ditujukan untuk siswa dari keluarga mampu. ” Mereka yang tidak mampu tidak ditarik biaya, karena sudah ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” katanya.

Tekait penentuan besaran SPP, lanjut dia, pihak sekolah harus mengetahui biaya operasional yang digunakan untuk program belajar-mengajar, pengadaan sarana prasarana, dan infrastruktur sekolah yang terhimpun pada RKAS. ” Jika sekolah menerima BOS Rp 100 juta dan RKAS Rp 200 juta, maka kekurangan anggaran dibebankan dalam bentuk SPP. Nanti hitung lagi, berapa siswa yang mampu? Berapa yang tidak? Setelah ada nominalnya RKAS-nya lalu dirapatkan dengan komite sekolah dan wali murid,” jelasnya.(den/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kritik Pedas Tak Selesaikan Masalah

Bermodal ilmu hukum dan pengalaman yang ia miliki, Yovita Indrayati, ingin memberikan sumbangsih dalam pembuatan kebijakan pemerintah maupun perusahaan. Dosen Fakultas Hukum dan Magister...

Teknologi TV Semakin Berkembang

SEMARANG – Televisi sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat. Tak pelak, merek-merek televise terus bersaing, utamanya dari sisi teknologi. Pabrikan asal Korea Selatan, LG, termasuk yang...

Partainya Grace Tak Penuhi Syarat

MAGELANG–Verifikasi administrasi parpol yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang sejak 17 Oktober hingga 15 November lalu, telah selesai. Hasilnya, KPU Kota Magelang menemukan...

Buka 14 Pertandingan kelompok Usia

MAGELANG-Kejuaraan Djarum Foundation Kejurkab Bulutangkis Bupati Cup VI Kab Magelang 2017 bakal digeber mulai Jumat (28/4) pukul 14.00 di GOR Djarum Magelang, Jalan Beringin...

Dewan Tuding SMAN 1 Cuci Tangan

“Akan kami tindaklanjuti. Hari Senin (hari ini, Red), kepala sekolah (SMAN 1 Semarang, Red) akan kami undang untuk dimintai keterangan.” Sri Kusuma Astuti - Kepala DPPPA...

Serat Wulangreh Ajarkan Budi Pekerti Siswa  Paling Tepat

RADARSEMARANG.COM - KARYA Sastra Jawa kuno sangat banyak dan memiliki nilai yang adi luhung, seperti Serat Wulangreh. Dalam Serat Wulangreh banyak memuat ajaran nilai-nilai...