Kredit Wibawa Minim Peminat, Tersedia Modal Rp 7 M, Baru 25 Peminjam

8123
LAYAKNYA MARKETING: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ditemani istrinya, Tia Hendrar Prihadi, melakukan sosialisasi langsung kepada para pedagang di areal Car Free Day (CFD) Semarang, kemarin. (IST)
LAYAKNYA MARKETING: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ditemani istrinya, Tia Hendrar Prihadi, melakukan sosialisasi langsung kepada para pedagang di areal Car Free Day (CFD) Semarang, kemarin. (IST)

SEMARANG – Kredit Wirausaha Bangkit Jadi Jawara (Wibawa) yang disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk peminjaman modal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ternyata masih minim peminat. Pasalnya, sejak diluncurkan 17 Januari 2017 lalu, disediakan total anggaran Rp 7 miliar. Tetapi hingga kini baru tercatat 25 pelaku UMKM yang meminjam.

Padahal, kredit pinjaman modal usaha ini menyediakan bunga paling rendah, yakni hanya 0,25 persen per bulan atau 3 persen per tahun. Nilai pinjaman mulai Rp 5 juta hingga Rp 50 juta untuk setiap UMKM. Bahkan, bila telah berlangsung dan angsuran dibayarkan secara tepat waktu sesuai plafon, peminjam diberi kesempatan untuk meminjam hingga Rp 100 juta.

Barangkali banyak masyarakat belum mengetahui program ini, sehingga belum banyak yang memanfaatkan kredit bunga murah ini. Melihat kondisi ini, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ditemani istrinya, Tia Hendrar Prihadi, turun tangan sendiri untuk melakukan sosialisasi langsung kepada para pedagang di areal Car Free Day (CFD) Semarang.

Meski cuaca gerimis, orang nomor satu di Kota Semarang ini nekat berangkat dengan mengayuh sepeda bersama istri menuju Jalan Taman Menteri Supeno Semarang, Minggu pagi (12/2) kemarin. Keduanya lantas melakukan interaksi dari satu pedagang ke pedagang lain mirip seperti sales marketing menawarkan produknya.

Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi menawarkan program Kredit Wibawa (Wirausaha Bangkit Jadi Jawara) yang menyediakan pinjaman modal dengan bunga sangat murah tersebut. Ini menjadi komitmen Wali Kota Semarang bersama Pemkot Semarang guna mengembangkan UMKM di Kota Semarang. ”Kredit ini terendah se-Indonesia dengan bunga 3 persen per tahun atau hanya 0,25 persen per bulan,” kata Hendi.

Bahkan dia berani mengklaim bahwa Kredit Wibawa ini merupakan kredit dengan bunga paling rendah se-Indonesia. Sebab, sebelumnya Museum Rekor Indonesia (Muri) 2016 mencatat rekor bunga terendah di Indonesia 7 persen per tahun.

”Ini bisa menjadi solusi bagi pelaku UMKM yang biasanya terkendala modal untuk pengembangan bisnisnya. Apalagi syaratnya sangat mudah, punya KTP Semarang, usahanya telah berjalan minimal 2 tahun, dan memiliki izin usaha mikro kecil. Sudah itu saja,” katanya.

Namun sejak di-launching 17 Januari lalu, baru 25 pelaku UMKM yang telah memanfaatkan fasilitas ini. ”Total anggaran Rp 7 miliar, baru sedikit yang terserap. Untuk itu, saya berinisiatif menawarkan kepada para pelaku usaha di acara CFD ini. Harapannya akan semakin banyak PKL yang tahu dan menyebarkannya ke rekan-rekan pedagang lainnya,” kata Hendi usai membagikan brosur.

Untuk memenuhi syarat pinjaman modal usaha, yakni izin usaha. Para pelaku UMKM bisa mendaftarkan usahanya melalui iJUS MELON atau Izin Usaha Mikro secara online. ”Para pelaku usaha bisa langsung ke RT RW, kelurahan, dan kecamatan untuk minta surat pengantar. Izin usaha tersebut akan jadi dalam waktu 4 menit. Kalau ada yang minta bayaran saat mengurus izin, segera telepon saya, akan saya tindak tegas oknumnya. Sebab, pengurusan izin ini gratis. Tinggal membawa KTP dan KK atau menghubungi di call center 3584086,” terangnya.

Oleh karena itu, Hendi meminta agar para pelaku usaha memanfaatkan program Kredit Wibawa tersebut. Tentu saja harus tertib dalam melakukan angsuran, agar dapat bergulir untuk dinikmati pelaku UMKM lainnya. ”Manfaatkan program ini, silakan hubungi call center kami di 024 3584086 untuk informasi lengkap. Jangan lupa tertib dalam mengangsur,” katanya.

Salah satu PKL, Suparmin, 45, mengaku senang mendengar sosialisasi terkait program Kredit Wibawa ini. ”Pinjaman modal seperti ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha kecil seperti kami. Tadi Pak Wali menjelaskan program pinjaman tanpa agunan dengan bunga 3 persen per tahun. Saya akan segera mengurus izin dan mengajukan pinjaman, karena kebetulan saya sedang butuh tambahan modal,” ujar pedagang tempe penyet itu.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Litani Satyawati mengatakan bahwa selain program Kredit Wibawa tersebut, juga ada program pinjaman dengan bunga 6 persen sejak 2016 lalu. Saat ini telah dimanfaatkan oleh 4.000 pelaku usaha. ”Apabila dijumlahkan dengan plafon tahun ini, yakni Rp 7,05 miliar, total anggarannya  mencapai Rp 17 miliar,” katanya.

Dia menyebut, tercatat kurang lebih 7.000 pelaku UMKM di Kota Semarang telah memiliki izin. Dari jumlah tersebut, ada 4.000 yang telah terfasilitasi. ”Kami optimistis, melalui program tahun ini dapat mengakomodasi para pelaku UMKM yang belum terfasilitasi. Sehingga capaian kerja akan optimal,” imbuh Litani. (amu/ida/ce1)