KREATIF DAN INOVATIF: Dyah Kartika dan Ardhio Dafa, siswa kelas XI SMA N 1 Semarang mampu mengolah kulit mangga menjadi camilan lezat, Cokelat Kulit Mangga yang mengandung zat Asam Fenol, Mangiferin, dan Flavonoid. (ADENNYAR WYCAKSONO)
KREATIF DAN INOVATIF: Dyah Kartika dan Ardhio Dafa, siswa kelas XI SMA N 1 Semarang mampu mengolah kulit mangga menjadi camilan lezat, Cokelat Kulit Mangga yang mengandung zat Asam Fenol, Mangiferin, dan Flavonoid. (ADENNYAR WYCAKSONO)

Umumnya buah mangga, hanya dimanfaatkan daging buahnya saja untuk disantap langsung ataupun dibuat olahan lain. Sementara kulit buahnya, dibuang begitu saja. Namun di tangan dua siswa SMA N 1 Semarang, kulit buah mangga bisa diolah menjadi camilan yang menyehatkan serta bermanfaat bagi tubuh manusia. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

HAMPIR tidak ada masyarakat yang mau memanfaatkan kulit mangga. Namun dengan tangan terampil Dyah Kartika dan Ardhio Dafa, siswa kelas XI SMA N 1 Semarang, mampu mengolah kulit mangga menjadi camilan lezat. Adalah Cokelat Kulit Mangga, camilan yang memiliki kandungan zat Asam Fenol, Mangiferin, dan Flavonoid.

”Kulit mangga biasanya hanya dibuang. Padahal dalam kulit mangga, memiliki banyak kandungan zat yang bermanfaat bagi tubuh,” kata Dyah Kartika, kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Menurut informasi, ketiga zat yang ada di dalam kulit mangga bisa bermanfaat untuk membantu melancarkan peredaran darah, melancarkan pencernaan hingga obat cacing. Sebagai bahan dasar, lanjut Kartika, harus menggunakan mangga jenis arum manis yang memiliki tiga kandungan yang berguna bagi tubuh tersebut. ”Kandungan dalam kulit mangga sangat bagus bagi tubuh, sehingga kami ingin agar masyarakat tahu manfaat kulit mangga ini,” jelasnya.

Pengolahan kulit mangga menjadi Cokelat Kulit Mangga ini cukup mudah. Kulit mangga arum manis dan dark cokelat disiapkan. Kemudian kulit mangga dicuci bersih, lalu diblender dan buang airnya. Setelah diblender, kulit akan menjadi seperti serat, layaknya ampas kelapa yang bisa dicampur ke dalam makanan.

”Kulit mangga yang digunakan minimal masih basah atau belum kering. Kemudian setelah dicuci bersih, harus diblender agar bisa tercampur. Kalau kulit mangga yang sudah kering, sel-selnya mati,” tambah Ardhio.

Ampas kulit mangga yang telah diblender, kemudian dicampurkan dengan dark cokelat yang telah dicairkan. Dengan perbandingan cokelat dan ampas kulit mangga yaitu 5:6, artinya dengan 500 gram ampas kulit mangga, maka dark cokelat yang dibutuhkan sebanyak 600 gram. Selanjutnya dibekukan di dalam lemari pendingin, agar kulit mangga dan cokelat bisa bercampur. Harus lebih banyak cokelatnya agar bisa beku, setelah beku baru bisa dikonsumsi,” tuturnya.

Manfaat Cokelat Kulit Mangga bisa dirasakan kurang lebih 5-6 jam setelah memakannya. Terutama bagi orang yang memiliki sistem pencernaan yang tidak normal, setelah memakan olahan tersebut, feses yang dikeluarkan akan cair. Selain itu, camilan ini aman bagi tubuh karena diproduksi dengan bahan herbal serta tanpa campuran bahan kimiawi. ”Menurut penelitian, pada sistem pencernaan normal, umumnya akan buang air besar setelah 5-6 jam pasca memakannya,” bebernya.

Saat ini, produk Cokelat Kulit Mangga, masih terus dikembangkan oleh kedua siswa tersebut dan belum diproduksi secara masal. Sementara ini, kedua siswa ini masih ingin mengenalkan produk yang mereka buat kepada masyarakat luas. ”Targetnya, kami ingin diikutkan pameran agar makin banyak yang tahu manfaat kulit mangga,” sambung Kartika. (*/ida/ce1)