33 C
Semarang
Sabtu, 6 Juni 2020

Ketua PCNU Tegaskan Rudi-Dance Layak Didukung

Another

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

SALATIGA – Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Salatiga, KH Zaenuri menyampaikan alasannya mendukung calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut satu, Agus Rudianto-Dance Ishak Palit (Rudi-Dance). Dia menginginkan Salatiga berubah menjadi lebih baik.

Alhamdulillah setelah perjalanan dan ikhtiar yang sangat panjang, kemudian kami mengevaluasi 5 tahun kepemimpinan sebelumnya, yang kami nilai agak kacau. Bahkan tahun ini juga muncul calon incumbent. Untuk itu, kami mencari calon lain,” kata Zaenuri dalam acara blusukan dan sosialisasi bersama ratusan warga di Balai Dukuh RW III, Kelurahan Salatiga, yang diadakan Relawan Sabdo Palon, kemarin malam.

Akhirnya, lanjut Zaenuri, muncul sosok Agus Rudianto yang sudah berpengalaman selama 32 tahun sebagai birokrat, bahkan terbukti menduduki posisi tertinggi sebagai Sekda dan Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga. Selain itu, muncul Dance Ishak Palit yang juga pernah menduduki Ketua Komisi A DPRD dan Ketua KONI Kota Salatiga. Keduanya juga terbukti tidak pernah korupsi selama memimpin, maka dukungan yang patut diberikan pihaknya kepada keduanya.

Menurutnya, dukungan itu juga untuk kemaslahatan umat bukan untuk pribadi. Baginya, pasangan Rudi-Dance adalah yang paling sesuai kehendak masyarakat. ”Setelah mucul Rudi-Dance kita nilai tepat, yang bisa mengubah Kota Salatiga. Apalagi pengalamannya sudah sangat banyak, khususnya Rudi sudah 32 tahun jadi birokrat yang sudah mencapai karir tertinggi sebagai Sekda dan Pj Wali Kota,” ungkapnya.

Dia juga menganggap pasangan tersebut tidak memiliki kepentingan apa pun kecuali untuk perubahan Salatiga. Bahkan keduanya rela berkorban dan tidak punya ambisi. Tak hanya itu, Rudi-Dance juga bersedia membuat perjanjian kerja sama (MoU) bersama masyarakat dan sejumlah organisasi untuk menyejahterakan rakyat saat terpilih dan tidak korupsi.

”Yang jelas kedua pasangan ini juga sebagai simbol pemersatu, keduanya berbeda agama, namun rukun. Seperti halnya kerukunan di Kota Salatiga,” tandasnya.

Acara tersebut juga dihadiri tokoh NU, Junedi Abdullah, anggota DPRD Jateng, Dyah Kartika Permanasari, anggota DPRD Salatiga, B Supriyono dan mantan Sekretaris Demokrat Salatiga, FS Ariandi atau dikenal dengan nama Ari Munyuk.

Dalam kesempatan tersebut, Ari Munyuk mengajak masyarakat untuk melihat lima tahun ke belakang apakah ada perubahan di bawah kepemimpinan sebelumnya. Sebab, ia sendiri menganggap bukannya ada perubahan melainkan yang ada hanya stagnan, dan banyak bangunan mangkrak. Ia juga menyebutkan, kalau Rudi adalah pemimpin yang tipenya ingin mengabdi dan terbukti tidak pernah korupsi, serta hati-hati dalam mengambil kebijakan.

”Rudi-Dance juga rutin sosialisasi dan blusukan, dalam sehari semalam bisa 5-10 tempat didatangi. Keduanya juga maju tanpa beban, karena nantinya tidak memikirkan untuk mengembalikan uang, bagaimanapun semua ini sudah dilakukan secara gotong royong dan patungan,” kata Ari Munyuk.

Calon Wakil Wali Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, menyampaikan, melihat dari sisi anggaran yang ada di APBD, penganggaran kesehatan sebenarnya lebih bersifat kuratif. Padahal dalam kesehatan ada slogan yang mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati.

”Tingkat hunian rumah sakit di Kota Salatiga di atas rata-rata 80-84 persen, APBD kita satu tahun Rp 1 triliun dan kekuatan fiskal daerah kita hanya Rp 165 miliar, maka dari itu Salatiga tanpa Indonesia tidak mampu, karena itu tadi kuratif kita hanya sampai ratusan miliar, promotif kita hanya sekitar Rp 300 juta,” jelasnya.

Dance juga menilai indeks neraca kebutuhan pendidikan Salatiga tertinggi di Jawa Tengah, yakni Rp 2 juta per anak. Namun kalau dibandingkan dengan Kota Batu, Malang dari sepatu celana seragam hingga tas semua gratis, sedangkan Salatiga bayar. Bahkan, lanjut Dance, kalau di SMA Negeri 1 bisa sampai Rp 350 ribu per bulan. Jelas masih ada masalah kebijakan di dunia pendidikan. (jks/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

More Articles Like This

Must Read

Keteledoran Sopir Sumber Kecelakaan

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Berdasarkan data dari Korlantas Polri, penyebab utama dari kecelakaan lalu lintas adalah karena keteledoran dari pengemudi. Penyebab lainnya yang dominan adalah...

Susun Rekomendasi untuk Pemerintah

SALATIGA – Kantor Staf Presiden (KSP) mengadakan seminar dan focus grup discusion (FGD) dengan tema Mengarusutamakan Nilai-Nilai Kebangsaan di Kalangan Generasi Muda, di kampus...

Pembangunan Kerap Abaikan Fakta Sejarah

PENGAMAT sosial Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Dr Muhyar Fanani MAg, mengatakan, kondisi sosial-ekonomilah yang menyebabkan kawasan Lokalisasi Argorejo Kalibanteng Kulon  kini lebih dikenal sebagai...

Aparatur Desa Harus Jadi Peserta Jaminan Sosial

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Aparatur pemerintahan desa diminta menjadi peserta jaminan sosial dalam hal ini BPJS Ketenagakerjaan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang...

Garuda Jaya dan Hurricane Tawarkan XCS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dealer aksesoris dan modifikasi mobil Garuda Jaya mencatatkan transaksi yang menggembirakan dalam gelaran Oto Expo 2018 di Paragon Mall. Dalam pameran...

Dalam 3 Bulan, Selesaikan Ganti Untung Warga

SEMARANG-Perjuangan warga Kebonharjo, Semarang Utara, Kota Semarang, yang terkena gusuran PT Kereta Api Indonesia (KAI) beberapa waktu lalu, akhirnya menemukan titik terang. Setelah dilakukan...