Penerjun Kopassus Ditemukan Tewas

703

SEMARANGSeorang penerjun anggota Korp Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Satuan 81 Gultor Cijantung Jakarta Timur yang hilang di perairan laut Jawa sekitar Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Selasa (7/2) lalu, akhirnya ditemukan tewas. Korban Sersan Satu (Sertu) Danang Kusuma Wardani ditemukan Rabu (8/2) sekitar pukul 06.00 kemarin. Tubuhnya ditemukan terempas ombak di pinggir Pantai Cipta masih dalam keadaan utuh namun sudah tidak bernyawa.

Kronologi ditemukannya jenazah Sertu Danang bermula ketika petugas gabungan melanjutkan pencarian pada Rabu sekitar pukul 05.00. Pencarian melibatkan 27 anggota TNI menggunakan 3 Landing Craft Rubber (LCR) atau perahu karet, dan jalur darat dengan penyisiran sepanjang Pantai Marina dan Pantai Cipta.

Sekitar pukul 06.00, sekitar 2 km dari lokasi, tiga personel yang melakukan penyisiran menemukan tubuh korban terempas ombak di pinggir Pantai Cipta. Saat diperiksa, Sertu Danang sudah dalam keadaan meninggal dunia. Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada anggota yang melakukan pencarian, termasuk tim medis. Sekitar pukul 06.45, jenazah Sertu Danang dievakuasi menggunakan mobil ambulans menuju Rumah Sakit Tentara (RST) Wira Tamtama Kodam IV/Diponegoro.

Kapendam Kodam IV/Diponegoro Kolonel Inf Dwi Endro Sasongko mengatakan, setelah disemayamkan di RST Wira Tamtama Kodam IV/Diponegoro, selanjutnya jenazah Sertu Danang dibawa ke kampung halamannya  Desa Brosot, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo, Jogjakarta untuk dimakamkan. ”Pemakamannya Kamis (9/2) besok (hari ini) di Kulonprogo,” katanya.

Kepala Basarnas Jateng, Agus Haryono, mengatakan, saat ditemukan, tubuh Sertu Danang masih utuh, dan masih dalam keadaan mengenakan seragam Pakaian Dinas Harian (PDH).

Diakui, pencarian terhadap korban sempat mengalami kendala cuaca ekstrem, dan sempat dihentikan sementara waktu. ”Kondisi gelombang air laut tinggi mencapai 2 meter ditambah angin kencang dan hujan deras. Makanya kemarin dihentikan sebentar, karena kalau kita paksakan perahu bisa terbalik,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua penerjun anggota Kopassus mendarat di laut akibat terempas angin kencang. Insiden tersebut terjadi saat mereka melakukan latihan terjun payung bersama sembilan anggota lainnya menggunakan pesawat Heli MI17 milik TNI Skuadron 31 Serbu Penerbad Semarang, Selasa (7/2) sekitar pukul 07.30.

Korban selamat diketahui bernama Serda Beny Buana Yuda anggota Korp Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Satuan 81 Gultor Cijantung Jakarta. Beny yang jatuh di perairan Dermaga Nusantara ditolong oleh seorang nelayan. Sedangkan korban hilang Sersan Satu (Sertu) Danang Kusuma Wardani, anggota satuan yang sama. (mha/aro/ce1)