DUKUNGAN LAGI: Saat sosialisasi di Seruni, Kelurahan Sidorejo Lor, Rudi-Dance mendapat dukungan dari Mulyono yang merupakan saudara kandung Yuliyanto. (Joko Susanto)
DUKUNGAN LAGI: Saat sosialisasi di Seruni, Kelurahan Sidorejo Lor, Rudi-Dance mendapat dukungan dari Mulyono yang merupakan saudara kandung Yuliyanto. (Joko Susanto)

SALATIGA – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga nomor urut satu, Agus Rudianto-Dance Ishak Palit (Rudi-Dance) semakin gencar melakukan sosialisasi dan blusukan ke warga di sisa waktu pelaksanaan pilkada. Keduanya rutin melakukan kunjungan hingga ke akar rumput guna menyosialisasikan program-program unggulan mereka kepada warga Kota Salatiga.

Seperti halnya yang dilakukan bersama warga Seruni, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga yang dipusatkan di kediaman  Parman. Bahkan dalam acara sosialisasi yang dihadiri anggota DPRD Jateng Dyah Kartika Permanasari; anggota DPRD Kota Salatiga B Supriyono, dan calon Wakil Wali Kota Salatiga Dance Ishak Palit tersebut mendapat dukungan tak terduga. Yakni, dengan bergabungnya Mulyono yang merupakan saudara kandung dari calon Wali Kota Salatiga nomor urut dua, Yuliyanto.

”Bersama paslon nomor urut satu, kami akan terus menggenjot sosialisasi maupun blusukan ke masyarakat. Selain itu, konsolidasi internal juga terus kami lakukan untuk menambah kesolidan,” kata tim pendukung Rudi-Dance, B. Supriyono.

Menurutnya, waktu pelaksanaan Pilkada Kota Salatiga semakin dekat, sehingga perlu memaksimalkan untuk bertemu langsung dan mendengar keinginan rakyat. Dalam pertemuan itu, tim tersebut menyapa langsung sembari menyerap aspirasi dan masukan-masukan dari warga untuk diperjuangkan bersama dalam agenda-agenda pembangunan saat terpilih nantinya. ”Kegiatan ini juga sebagai bentuk silaturahmi, sekaligus meminta doa restu langsung dilakukan dengan masyarakat,” ungkapnya.

Usai sosialisasi Dance Ishak Palit memastikan saat terpilih, nantinya semua kebijakan akan dibuat untuk kepentingan warga Salatiga. Pihaknya juga sudah mempunyai gagasan akan memberikan pendidikan gratis, seperti yang sudah diterapkan di Kota Batu, Malang. Hal itu akan dilakukan karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Salatiga tidak jauh beda dengan PAD Kota Batu.

”Di sana (Kota Batu) itu pendidikan bisa gratis, bahkan dari PAD Kota Batu bisa menggratiskan seragam sekolah, sepatu, tas sekolah dan buku sekolah, padahal PAD-nya sama dengan Salatiga, termasuk jumlah penduduknya juga hampir sama dengan Salatiga,” kata mantan Ketua Komisi A DPRD Kota Salatiga ini.

Melihat fenomena tersebut, lanjut Dance, kalau Kota Batu bisa melakukan kenapa Salatiga tidak bisa melakukan hal yang sama, sehingga hal tersebut menjadi pertanyaan besar. Ia juga menyayangkan karena saat dirinya masih menjadi Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Salatiga, pemerintah saat itu, dipimpin Yuliyanto-Muh  Haris (Yaris) tidak pernah berdiskusi dengan pihaknya.

Sehingga banyak anggaran yang tidak tepat sasaran, menyebabkan banyak bangunan yang dibangun namun mangkrak. Dance juga menyebutkan sudah banyak yang mengeluh kepada dirinya tentang penataan kota yang kurang maksimal, dan pengelolaan sampah yang masih banyak kekurangan.

”Coba kita ke Jalan Buksuling, kalau dari bawah begitu masuk pasar, apa yang kamu lihat? Bak sampah, bukan. Padahal harusnya pasar bisa menjadi wisata yang menyenangkan, dibangun pintu gerbang yang layak, di Tamansari juga sama,” ungkapnya.

Terpisah, saudara kandung Yuliyanto, Mulyono mengaku mendukung Rudi-Dance karena lebih baik dari saudaranya. Menurutnya, Kota Salatiga butuh perubahan dan yang paling layak untuk memimpin adalah Rudi-Dance. ”Saya percaya Rudi-Dance mampu membawa Kota Salatiga lebih baik lagi dari kepemimpinan sebelumnya,” kata Mulyono singkat. (jks/aro/ce1)