33 C
Semarang
Kamis, 16 Juli 2020

Istri Saya Kemambang di Atas Almari

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

BANJIR bandang kemarin memang hanya berlangsung sekitar satu jam. Namun efeknya luar biasa bagi warga. Lantaran meninggalkan lumpur di sepanjang jalan yang sejajar dengan alur sungai. Bahkan posisi masjid yang konstruksi bangunannya sangat tinggi, sempat dimasuki air. Apalagi warung depan masjid yang posisinya lebih rendah, langsung diterjang air penuh lumpur.

Padahal umumnya pintu rumah warga tersebut semula terkunci rapat. Namun saking derasnya arus air, banyak pintu yang jebol hingga air bah masuk menggenangi sebagian besar rumah warga. Sebagian besar hanya sebatas mata kaki ketinggian air dan lumpurnya. Namun yang paling parah adalah rumah Wakijan di Jalan Wahyu Asri Selatan III No 15 dan rumah Yadi yang dikontrakkan keluarga muda berputra dua di Jalan Wahyu Asri Selatan III No 14. Kedua rumah ini tergenang hingga setinggi 2,15 meter. Praktis, hampir tidak ada barang yang bisa diselamatkan. Semua porak-poranda. Rumah sederhana tersebut berubah menjadi kubangan lumpur.

Rumah Wakijan, kondisinya sangat memprihatinkan. Hampir semua ruangan di rumah tersebut sudah rusak tak berbentuk. Tiga kamar yang biasanya digunakan untuk tidur, porak-poranda lantaran hanyut terbawa arus yang memang sangat deras. Lumpur di dalam rumah setinggi mata kaki orang dewasa. ”Sudah tidak ada yang bisa diselamatkan,” kata bapak tiga anak yang berusaha membersihkan depan rumahnya yang dipenuhi sampah banjir.

Wakijan mengaku, begitu banjir datang, hanya ada dirinya dan istrinya di dalam rumah. Sedangkan ketiga anaknya, kebetulan tidak ada di rumah. Kala banjir, dirinya dan sang istri sempat dibenamkan oleh air bah. Bahkan, istrinya kemambang di atas almari. Dia pun berusaha menyelamatkan istrinya terlebih dahulu. Begitu istrinya berhasil dibawa ke tempat yang lebih aman, dirinya bermaksud kembali ke rumah untuk menyelamatkan barang berharga. Namun belum sempat masuk rumah, air bah yang menenggelamkan rumahnya hingga setinggi 2, 15 meter, membuat dirinya terseret arus hingga terombang-ambing di antara sampah berupa kayu dan bambu panjang serta bebatuan.

Tragis memang, pelipisnya sampai terluka terantuk benda keras. Namun beruntung, masih bisa bertahan dan menyelamatkan diri di antara deras air bah. ”Bersyukur saya tidak terbawa arus, masih diberikan keselamatan,” tuturnya sambil membersihkan jalan depan rumahnya yang penuh lumpur dan sampah.

Wakijan mengakui rumahnya yang tidak berada persis di pinggir sungai, memang paling rendah dari rumah warga Perumahan Wahyu Utomo lainnya. Bahkan, rumah yang di pinggir sungai persis, yakni rumah nomor 14, ketinggian air bah yang menenggelamkan rumah tersebut hanya sekitar 1,80 meter.

Dia menuturkan, penghuni sebelah rumahnya tersebut adalah keluarga muda dengan dua anak kecil yang mengontrak rumah Pak Yadi. Begitu banjir, penghuninya bernama Andika langsung mengeluarkan mobilnya ke tempat yang jauh. Setelah itu, menyelamatkan kedua anak dan istrinya, meski air bah sudah setinggi perut orang dewasa. ”Mereka langsung mengungsi ke Bringin. Dan sampai sekarang belum kembali,” tuturnya.

Ketika Jawa Pos Radar Semarang menyambangi rumah nomor 14 tersebut, masih terkunci rapat. Namun barang-barang di depan rumah sudah tidak berbentuk. Sepeda motor malang migung bercampur lumpur dan sampah. Halaman rumah dipenuhi sampah dan lumpur. ”Alhmdulillah tidak ada korban jiwa,” kata Wakijan.

Wakijan yang keseharian sebagai tukang ojek ini, berharap adanya bantuan dari Pemkot Semarang. Pasalnya, seisi rumah miliknya sudah tidak bisa digunakan lagi. Semua rusak parah. ”Kami berharap ada bantuan yang datang,” harapnya.

Selain kedua rumah korban banjir bandang terparah tersebut, masih ada rumah mewah nomor 24 milik Trio Wihakso yang cukup memprihatinkan. Namun karena posisinya lebih tinggi dari kedua rumah tersebut, hanya kemasukan air dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Meski rumah tersebut dipenuhi air berlumpur, masih banyak barang yang bisa diselamatkan. Peralatan elektronik yang letaknya di atas meja, masih bisa digunakan. Hanya barang-barang yang posisinya di lantai yang rusak parah dan terbawa arus. ”Ya beginilah Mbak,” tutur Trio yang tetep legawa menjadi korban banjir.

Trio juga menunjukkan mobil miliknya yang semula dikira berada di tempat aman, sempat terseret arus hingga kemambang. Bersyukur, kemambangnya menjauh dari sungai. Demikian juga dengan rumah mewah di Jalan Wahyu Asri Dalam I yang persis berada di pinggir jembatan. Air berlumpur juga menggenangi bagian dalam rumah hingga 1 meter. Ketika wartawan koran ini menyambangi rumah tersebut, semua sibuk membersihkan lumpur yang menggenangi seluruh ruangan, termasuk kamar tidur.

Warung kelontong di depan Masjid Wahyu Utomo juga mengalami kerugian besar. Lantaran barang dagangannya banyak yang terhanyut. Rumahnya ditenggelamkan oleh lumpur. ”Kami butuh bantuan pemerintah untuk membersihkan lumpur di jalanan dan rumah warga. Kami minta bantuan mobil kebakaran untuk menyemprot lumpur dengan air,” kata Ketua RT 2 RW 6, Sumargo di hadapan Camat Ngaliyan, Heroe Soekendar.

Sumargo yang tinggal di perumahan tersebut sejak 1983 tersebut mengaku, banjir bandang kali ini yang terparah. ”Kami tak mengira, bencana banjir bisa separah ini,” tuturnya. (ida/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sido Muncul Produksi Pasta Gigi

SEMARANG - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, memproduksi produk pasta gigi yang dinamakan "Sido Putih Ajaib, Muncul Kinclong". Pasta gigi merupakan produk...

Harus Memantapkan Strategi Penanggulangan Kemiskinan

RADARSEMARANG.COM, PEKERJAAN - rumah (PR) terdekat Pemkab Wonosobo masih sama. Yakni harus mampu menanggulangi angka kemiskinan. Selain itu, sejumlah pekerjaan terdekat yakni pembangunan Pasar...

Rawan Bencana, TNI Diminta Siaga

WONOSOBO—Kondisi geografis di Kabupaten Wonosobo yang sebagian besar merupakan wilayah dataran tinggi--terdiri atas perbukitan dan pegunungan serta memiliki curah hujan tinggi— sangat rawan bencana...

ABG Cabuli 7 Anak di Bawah Umur

KAJEN–Lantaran suka menonton film porno melalui ponsel, Ag,16, warga Desa Sinagohprendeng, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, tega mencabuli dan menyetubuhi tujuh anak Sekolah Dasar (SD)...

Tanamkan Nilai Etik Bagi Mahasiswa

SEMARANG - Klinik Etik dan Hukum digagas Fakultas Hukum (FH) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dengan mengandeng Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Jawa Tengah, dalam acara...

Loloskan Atlet Sebanyak Mungkin

SEMARANG - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kota Semarang kembali membidik gelar juara umum dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng yang akan di...