PAPARAN : Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo saat berada di Gedung Auditorium II KPK di Jakarta Selatan, pada Senin (6/2). Dia memaparkan penerapan sistem untuk pencegahan korupsi. (Humas Pemkab Batang for Jawa Pos Radar Semarang)
PAPARAN : Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo saat berada di Gedung Auditorium II KPK di Jakarta Selatan, pada Senin (6/2). Dia memaparkan penerapan sistem untuk pencegahan korupsi. (Humas Pemkab Batang for Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan memanggil Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo. Pemanggilan tersebut, dibenarkan Kabag Humas Kabupaten Batang Triossy Juniarto. Bahwa bupati yang masa pemerintahannya akan berakhir pada 13 Februari tersebut, dipanggil untuk datang ke gedung Auditorium II  KPK di Jakarta Selatan, pada Senin (6/2).

Diungkapan Ossy panggilan akrabnya, pemanggilan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo oleh KPK tidak untuk dimintai keterangan terkait korupsi. Namun dipanggil untuk  diminta memberikan paparan lanjutan terkait inovasi e planning, e budgeting dan sistem lainnya yang ada di Pemkab Batang dalam rangka pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Hal tersebut sebagai hasil dan kegiatan koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi, sesuai Undang – undang nomor 3 Tahun 2002 tentang korupsi. Ditambahkan Ossy, hal tersebut juga sudah dikomunikasikan oleh Koordinator dan Supervisor pencegahan korupsi dan investigasi KPK Najib Wahito.

Yang mana, KPK memang masih mencari format sistem yang dapat diadopsi pemda lainnya dalam rangka pencegahan dan pemberantasan korupsi. Untuk itu KPK, mengundang Bupati Batang untuk memberikan paparan guna mengetahui seberapa  efektif dan efisien serta manfaat dari sistem yg ada di Pemkab Batang. “Tidak menutup kemungkinan sistem yg ada di Pemkab Batang dapat menjadi percontohan atau model, itu diungkapkan Pak Najib,” terang Ossy.

Dikonfirmasi, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo mengatakan apa yang dilakukan Pemkab Batang untuk pencegahan korupsi menjadi prioritas Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), karena OPD mengejawantahkan visi misi pemerintahannya yang mengusung ekonomi bangkit dan birokrasi bersih. Sehingga ada kreativitas dan inovasi yang muncul untuk membangun Batang yang bersih dan melayani masyarakat. Yoyok juga menyampaikan, apresiasi dari KPK ini merupakan hadiah buat kerja keras teman-teman OPD yang selama ini berjuang menginginkan perubahan di Batang.

“Seluruh sistem yang dibangun di Pemkab Batang adalah hasil kreatifitas OPD secara mandiri sesuai dengan kondisi dan kebutuhan yang ada untuk Batang yang lebih baik. KPK menerima sistem aplikasi pembangunan di Batang yang terpilih dari Jateng yang terbaik untuk dipaparkan lebih lanjut kami berharap bahwa apa yg di kerjakan di Batang bisa untuk Indonesia,” pinta Yoyok. (han/ric)