Relawan Ciptakan Lagu Salatiga Gumregah

702
SOSIALISASI: Agus Rudianto bersama warga usai sosialisasi di RT 5/RW 8, Kelurahan Salatiga, Kota Salatiga, kemarin. (Joko.susanto@radarsemarang.com)
SOSIALISASI: Agus Rudianto bersama warga usai sosialisasi di RT 5/RW 8, Kelurahan Salatiga, Kota Salatiga, kemarin. (Joko.susanto@radarsemarang.com)

SALATIGA – Bentuk dukungan relawan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut satu, Agus Rudianto-Dance Ishak Palit (Rudi-Dance) semakin menjamur. Ada yang membuktikan dengan menunjukkan kreasinya, mulai meng-upload foto ke media sosial sembari menggunakan gambar Kumis (Brengos, Red), dan ada juga yang menunjukkan selfie bersama Rudi maupun Dance. Namun berbeda lagi dengan yang dilakukan Bambang Gondrong.

Karena kecintaan dan keyakinannya akan adanya perubahan di bawah kepemimpinan Rudi-Dance, Bambang menciptakan lagu berbahasa Jawa lengkap dengan klip video berdurasi 36 menit. Video yang sarat makna tersebut, sengaja dipersembahkan untuk kemenangan Rudi sebagai calon Wali Kota Salatiga tanpa memungut bayaran. Bagi Bambang, itu sebagai bentuk patungan untuk kekuatan gotong royong.

Kini, lagu berjudul ”Salatiga Gumregah” tersebut selalu diperdengarkan kepada warga saat sosialisasi Rudi-Dance di empat kecamatan yang ada di Kota Salatiga. Gumregah merupakan slogan Rudi-Dance yang artinya (Guyub, Maju, Resik, Gayeng lan Amanah).

Sedangkan dalam klip videonya, yang pertama terlihat adalah gambar Rudi-Dance mengenakan batik yang ada tulisan nomor satu di bawahnya gambar kumis. Kemudian dalam video terlihat Rudi mengenakan baju koko warna putih, celana hitam panjang lengkap dengan peci berwarna hitam, Rudi terlihat asyik bergoyang bersama pemain drumblek yang merupakan kesenian asli karya warga Kota Salatiga. Bahkan dalam video itu, tampak ratusan warga menikmati pertunjukan Rudi, kemudian seorang kameramen datang mengabadikan momen Rudi yang asyik bergoyang dan bercengkerama bersama warga. Klip video ini, diakhiri gambar dengan pesan bertuliskan berbeda tetap satu dan mboten neko-neko, mboten korupsi, mboten mbagusi.

Menanggapi kreasi dukungan tersebut, Komandan Tempur Tim Rudi-Dance, M. Teddy Sulistio menyampaikan bahwa pintu kemenangan Rudi-Dance sudah di depan mata dan semakin banyak masyarakat yang memberikan dukungan ke Rudi-Dance. Menurutnya, semua bagian dari fenomena puncak gunung es, sehingga tidak setiap orang bisa menyampaikan keinginan hatinya.

”Keputusan 15 Februari, akan banyak dukungan lain. Untuk lima tahun lalu, boleh Yaris. Namun 5 tahun ke depan, sudah berbeda. Tentunya butuh perubahan di tangan Rudi-Dance,” kata Teddy.

Ketua DPRD Kota Salatiga ini menilai, sejak wali kotanya dipimpin Agus Rudianto kemudian berlanjut ke Ahmad Rofai justru semakin baik, walau waktunya sesaat. Seperti halnya pembangunan gedung Sekda Kota Salatiga. Selain itu, tekanan juga bebas, anggaran bisa terserap dengan baik serta kotanya semakin bagus.

Ia juga menyebutkan, hasil survei resmi Rudi-Dance sudah semakin unggul walau sebelumnya sempat kalah. Menurutnya, semua itu tidak lepas karena rakyat semakin menguat untuk mendukung dengan cara gotong royong.

”Semua ini kita lakukan dengan gotong royong. Nanti kader-kader PDIP yang sudah menjadi pemimpin di daerah juga akan membantu, seperti Pak Seno Samudro akan mengampu 2 kelurahan, Mundjirin 2 kelurahan, Hendrar Prihadi 2 kelurahan, Bambang Aulia 2 kelurahan, Ngesti Nugroho 1 kelurahan, Yuliari P. Batubara 3 kelurahan dan Tutik Rusdiono 2 kelurahan,” sebutnya.

Sementara itu, calon Wali Kota Salatiga, Agus Rudianto memastikan akan melakukan penguatan usaha mikro dan kecil saat terpilih nanti. Tak hanya itu, termasuk penciptaan dan pemberdayaan akan dilakukan mulai permodalan, pendampingan dan pemasaran bagi para pelaku usaha mikro dan kecil.

”Masalah pasar modern seperti Indomaret dan Alfamart, nantinya tidak diberi perpanjangan. Kami akan memberikan moratorium. Jadi nanti jam buka diatur dari pukul 10.00 ke atas. Kita lihat sekarang, setiap 57 kilo meter sudah banyak pasar modern, totalnya 42 unit,” kata Rudi prihatin.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Salatiga dari Fraksi PDIP, B Supriyono menyebutkan bahwa alasan masyarakat harus memilih dan ikut memenangkan Rudi-Dance, karena salah satunya bisa melihat visi dan misinya. Selain itu, Agus Rudianto sudah 32 tahun duduk di birokrasi, mulai camat, kepala dinas (kadis), asisten, sekda hingga Plt Wali Kota Salatiga.

”Jadi kalau beliau (Rudi-Dance) dilantik dan duduk di pemerintahan, otomatis tinggal jalan. Karena Pak Rudi sudah pengalaman. Bahkan Rudi-Dance juga tidak akan mengingkari janjinya,” kata Supriyono sembari meminta terus menjaga kebinekaan karena Salatiga banyak ditinggali berbagai ragam suku, agama, ras dan golongan. (jks/ida/ce1)