Otto Kembali Gelar Demo Tunggal

3299
DEMO TUNGGAL: Otto Mayor berjalan kaki tanpa alas kaki dari Tingkir ke Bundaran Tamansari. (Dhinar.sasongko@radarsemarang.com)
DEMO TUNGGAL: Otto Mayor berjalan kaki tanpa alas kaki dari Tingkir ke Bundaran Tamansari. (Dhinar.sasongko@radarsemarang.com)

SALATIGA – Otto Mayor. Nama satu ini sudah lama tidak muncul di kota Salatiga. Otto adalah warga Papua yang lama tinggal di Salatiga dan bekerja serabutan, mulai dari tukang becak hingga jualan sayuran. Satu hal yang membuatnya terkenal adalah seringnya melakukan aksi demo tunggal.

Senin (6/2), kembali Otto muncul di Salatiga dan melakukan demo tunggal. Kali ini ia berjalan kaki dari Tingkir ke Bundaran Tamansari melalui Jalan Osamaliki. Ia membawa tulisan berisi kalimat “Indonesia Milik Siapa?”. Tulisan itu merupakan bentuk keprihatinan dia terhadap kondisi bangsa yang menurutnya sangat riuh dengan berbagai kepentingan politik, golongan dan pribadi.

“Saya ingin menyentuh hati masyarakat untuk kembali memikirkan bangsa ini. Indonesia milik kita bersama, maka semua harus dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat. Termasuk ramai saat Pilkada seperti ini. Sudahilah keributan, kita semua saudara,” terang Otto, kemarin pagi.

Ia berjalan tanpa menggunakan alas kaki. Sementara tulisan yang digantungkan di leher dibuat dengan warna cukup mencolok. Sesampai di bundaran, ia sempat berdiri agak lama dan sekali mengitari bundaran sebelum akhirnya pulang.

Usai aksi, Otto bersama keluarganya langsung kembali ke Manokwari, Papua Barat melalui bandara Adi Soemarmo Jogjakarta. “Saya ke Salatiga untuk mengkhitankan anak bungsu, karena maunya di sini,” jelas dia.

Otto yang beristri orang Salatiga, kini telah bekerja sebagai tenaga honorer Satpol PP di Pemprov Papua Barat. Selain itu, ia memiliki warung makan yang cukup laris di Manokwari.

Bapak empat bersaudara ini semakin bangga karena anak sulungnya telah lulus sarjana di Papua dan mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. “Ini karunia Tuhan yang luar biasa,” terang Otto. (sas/ton)