Mencuri untuk Biayai Istri Melahirkan

674
GELAR PERKARA: Tersangka Lukman Azis saat berada di Polres Magelang Kota. (Hanif.adi.prasetyo@radarkedu.com)
GELAR PERKARA: Tersangka Lukman Azis saat berada di Polres Magelang Kota. (Hanif.adi.prasetyo@radarkedu.com)

MAGELANG-Petualangan maling spesialis rumah kosong resmi berakhir. Residivis kasus pencurian disertai pemberatan berhasil diringkus Tim Reserse Mobil Polres Magelang Kota.

Tersangka Lukman Azis alias Kemin, 26, diringkus di rumahnya di Kampung Jagoan, Kelurahan Jurang Ombo, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Saat digeledah, ditemukan sepucuk senjata air softgun MX Makarov, sebilah sabit, seutas tali tambang, satu unit notebook, dan iphone 5S.

Kasubag Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardiani mewakili Kapolres AKBP Hari Purnomo menjelaskan, Kemin merupakan residivis kambuhan. Bapak dua anak ini sudah lima kali mencuri. Tiga di wialayah Kabupaten Magelang dan dua di Kota Magelang. “Dari lima kali aksi, empat kali tertangkap. Sekali tertangkap di Kota Magelang. Kemin ditangkap atas kasus yang sama,” jelas Esti Wardiani, kemarin.

Penangkapan bermula berdasarkan laporan korban, M Rochman, 62, warga Kampung Tuguran Legok, Kelurahan Portobangsan, Kecamatan Magelang Utara. Korban melaporkan kejadian pencurian yang menimpa rumahnya di Perumahan Puri Pesona Sanden 2, Kelurahan Potrobangsan. Pencurian terjadi pada saat malam Tahun Baru 2017. Korban mendapati isi rumahnya dalam kondisi acak-acakan dan engsel pintu rumah rusak. ”Kami langsung gelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Hanya butuh lima hari setelah kejadian untuk meringkus pelaku di rumahnya,” beber Esti.

Modus pelaku, menggambar lokasi dan menguasai kondisi rumah yang akan menjadi sasaran. Yakin rumah korban sepi, pelaku masuk ke dalam rumah yang ditinggal penghuni dengan merusak engsel pintu. ”Pelaku menggunakan sabit 14 sentimeter untuk mencongkel pintu. Kadang juga menggunakan tali dadung seandainya membobol rumah dari atas loteng untuk mengerek barang curian.”

Kemin mengaku, hasil curian berupa satu unit laptop digadaikan Rp 400 ribu dan Iphone 5 dijual Rp 550 ribu. Ia menyesal karena tidak bisa melihat sang istri melahirkan buah hatinya yang lahir pada Jum’at (3/2) lalu karena harus meringkuk di jeruji besi. ”Saya terpaksa mencuri untuk biaya persiapan persalinan anak kedua saya. Saya menyesal,” curhat Kemin.

Polisi menaksir, korban mengalami kerugian Rp 10 juta. Atas perbuatannya, Kemin terancam pasal 363 KUHP tentang Pencurian Disertai Pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara. (cr1/isk)